Perjalanan KHGT dan Dasar Argumentasi Awal Ramadan 1447 H

Perjalanan KHGT dan Dasar Argumentasi Awal Ramadan 1447 H
*) Oleh : Adi Damanhuri
Dosen Prodi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya & Tim Pengembang Perangkat Lunak KHGT
www.majelistabligh.id -

Sejak secara resmi digunakan oleh Muhammadiyah di awal tahun 1447 H tepatnya pada tanggal 25 Juni 2025 M di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang bertumpu pada Kongres Kalender Hijriah Global yang dilaksanakan di Turki pada tahun 2016. Tapi perlu diingat, tanggal 25 Juni 2025 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 1447 H merupakan seremonial Launching yang diadakan dengan mengundang beberapa duta besar negara-negara Islam, termasuk ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia dan kementerian Agama.

Jauh sebelum tanggal 25 Juni 2025, beberapa momen penting yang menjadi tonggak perjalanan KHGT di Muhammadiyah, beberapa diantara:

  1. Lahirnya rekomendasi Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015 yang salah satu poinnya berbunyi: “Penyatuan kalender Islam”,
  2. Keikutsertaan perwakilan Muhammadiyah, yaitu Prof. Syamsul Anwar, MA pada kegiatan Kongres Penyatuan Kalender Hijriah Global di Turki pada tahun 2016,
  3. Lahirnya “Risalah Islam Berkemajuan” sebagai salah satu hasil dari Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta, pada Sub “Pengkhidmatan Global” yang menyatakan “…melakukan perbaikan sistem waktu Islam secara internasional melalui upaya pemberlakuan kalender Islam global unifikatif dalam rangka menyatukan jatuhnya hari-hari ibadah Islam, terutama yang waktu pelaksanaannya terkait lintang Kawasan.” (Buku “Risalam Islam Berkemajuan (Keputusan Muktamar ke-48 Muhammadiyah tahun 2022)” hal. 68),
  4. Musyawarah Nasional Tarjih ke-32 pada tanggal 23-25 Februari 2024 di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan yang salah satu pembahasannya adalah “Kalender Hijriah Global Tunggal”. Yang pada saat Munas Tarjih ke-32, seluruh peserta sepakat untuk pemberlakukan KHGT sebagai sistem kalender yang digunakan oleh Muhammadiyah,
  5. Tanfidz Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 86/KEP/I.0/B/2025 tentang Tanfidz Pengembangan Pedoman Hisab Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal, tertanggal 4 Syakban 1446 H/3 Februari 2025 M.
  6. Halaqoh Nasional Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) pada Sabtu-Ahad, 19-20 April 2025 di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, yang salah satu hasilnya adalah pembentukan tim pembangunan perangkat lunak KHGT.
  7. Terbitnya SK Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah nomor 02/KEP/I.1/B/2025 tentang Pengangkatan dan Penetapan Tim Pengembang Perangkat Lunak KHGT, tertanggal 30 Syawal 1446 H/29 Mei 2025 M.
  8. Launching platform perangkat Lunak pendukung KHGT yang bertepatan dengan Muyswil III Tarjih Muhammadiyah Jawa Tengah.

Singkatnya hingga saat ini Muhammadiyah, seluruh pimpinan, jemaah dan warga persyarikatan secara umum telah mantap menggunakan KHGT dan telah disediakan berbagai pendukung berupa perangkat lunak dalam beberapa platform, yaitu yang berbasis dekstop, perangkat lunak HisabMu KHGT atau MASA berbasis android, dan website.

Ujian KHGT di Tahun Pertama

Sejak diberlakukan KHGT sebagai sistem kalender oleh Muhammadiyah, di tahun pertamanya langsung menghadapi ujian yang cukup menyita perhatian. Beberapa pihak internal Muhammadiyah bahkan pihak eksternal memberikan berbagai catatan, kritikan, hingga menyalahkan. Kondisi ini sangat wajar mengingat ini tahun pertama pemberlakuan KHGT. Salah satu ujian yang paling krusial adalah kapan jatuhnya 1 Ramadan dan 1 Syawal 1447 H.

Pada perjalanan kerja tim pengembang perangkat lunak KHGT bahkan sejak dilaksanakannya Halaqoh Nasional KHGT, di internal Muhammadiyah juga mengalami diskursus yang hangat dan dinamis. Khususnya bagi di Tim Pengembang Perangkat Lunak KHGT, diskursus dan pembahasan mengenai detail dari sistem kalender KHGT dalam beberapa pertemuan tim yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Mengingat bagi tim pengembang perangkat lunak, saat ingin membangun diperlukan detail-detail yang sudah pasti mengenai Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP) KHGT. Termasuk mengenai ketinggian hilal (altitude) dan elongasi, apakah altitude toposentrik atau geosentrik, dan seterusnya. Apalagi, tim pengembang perangkat lunak diberi target kurang dari 4 (empat) pekan sejak dibentuk pada tanggal 29 Mei 2025 dan akan di –launching pada tanggal 25 Juni 2025.

Maka, komunikasi dan koordinasi dilakukan oleh tim pengembang termasuk oleh MTT PP Muhammadiyah kepada pihak Turki dalam hal ini Diyanet untuk meminta kejelasan terkait kriteria-kriteria detail yang digunakan dalam KHGT. Pada tanggal 20 Juni 2025, pihak Diyanet memberikan jawaban melalui kedutaan besar Turki seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1.

Perjalanan KHGT dan Dasar Argumentasi Awal Ramadan 1447 H

Gambar 1 Tangkapan layar surat balasan pihak Diyanet

Pada surat tersebut juga diberikan alamat email dan nomor telepon bagian yang dapat berkomunikasi dan koordinasi lebih detail tentang KHGT. Singkatnya setelah beberapa kali berkomunikasi diperoleh kepastian dari Dr. Umit Ertem sebagai perwakilan dan representasi dari Diyanet, bahwa:

“Tanggal 1 Ramadan 1447 H menurut Diyent pada tanggal 19 Februari 2026 M. Mengingat beberapa catatan, yaitu:

  • tentang “kriteria Geosentrik vs Topsentrik” pihak Diyanet menyatakan bawa dalam penilaian kondisi visibilitas digunakan kriteria geosentris.
  • Dalam kerangka kriteria penyatuan kalender 2016, disepakati bahwa bulan sabit harus dapat diamati dari daratan utama benua Amerika. Pulau-pulau yang terletak di luar daratan utama dan berada di Samudra Pasifik, meskipun secara geografis dekat dengan benua, tidak termasuk dalam cakupan kriteria ini.
  • Kepadatan Penduduk sebagai Parameter. Meskipun tidak ada kriteria resmi mengenai kepadatan penduduk, karena pengecualian pengamatan dari samudra barat, dalam kasus khusus Ramadan 2026, wilayah yang terletak di ujung benua dengan kepadatan penduduk yang sangat rendah juga dikecualikan dari pertimbangan.” (Jawaban pihak Diyanet yang dikirimkan pada tanggal 30 Juni 2025)

Sebenarnya ada beberapa detail yang perlu diperjelas lagi, namun dari 2 (dua) balasan pihak Diyanet, Tim Pengembang Perangkat Lunak KHGT sudah mendapat gambaran lebih pasti mengenai penggunaan altitude dan elongasi yang berbasis geosentrik pada kriteria Turki 2016 (yang merujuk pada hasil Kongres Turki tahun 1978), dan juga Batasan daratan Amerika sebagai constrain.

Maka disusunlah kode-kode untuk pembangunan perangkat lunak KHGT, termasuk menggunakan data spasial daratan benua Amerika yang disediakan oleh Ust. Moh. Burhanudin, ST. yang akan digunakan dalam perangkat lunak KHGT tersebut. Walau, tim dan pihak internal Muhammadiyah juga terus berdiskusi mengenai beberapa catatan detail lainnya.

Perbandingan Peta KHGT Muhammadiyah dan Peta Diyanet

Sebenarnya untuk catatan detail mengenai kondisi tidak sinkronnya antara yang dijelaskan oleh pihak Diyanet berupa surat-surat balasan resminya dengan citra/gambar peta yang dipublikasikan, terus menjadi diskursus khususnya pihak internal Muhammadiyah. Apalagi citra/gambar peta dari pihak Diyanet sendiri, untuk memahaminya diperlukan literasi astronomi/falak yang baik.

Perjalanan KHGT dan Dasar Argumentasi Awal Ramadan 1447 H

Gambar 2 Peta awal Ramadan 1447 H dari Diyanet

Dari citra/gambar peta awal Ramadan 1447 H dari Diyanet diatas dan menurut penjelasan yang ada di website resminya, garis merah menunjukkan titik-titik yang pada saat Matahari terbenam pada tanggal konjungsi memiliki altitude 5°, dan area didalamnya diarsir berwarna kuning (didalam garis berwarna merah) merupakan daerah-daerah yang memiliki altitude minimal 5°.

Namun perlu diingat, karena KHGT atau kriteria Turki 2016 (yang mengacu pada kriteria Turki 1978) tidak hanya memiliki parameter altitude saja, melainkan juga memiliki parameter elongasi Bulan-Matahari minimal 8°, dan di citra/gambar peta yang dipublikasikan oleh Diyanet tidak memberikan garis untuk menunjukkan titik-titik yang memiliki elongasi 8°, sehingga perpotongan antara garis merah (garis altitude) dan garis elongasi lah yang merupakan daerah yang memenuhi kriteria Kalender Turki 2016.

Berbeda dengan citra/gambar peta yang dipublikasikan pihak Diyanet, peta yang telah dipublikasikan oleh KHGT Muhammadiyah memperhatikan seluruh aspek yang ada dalam sistem kalender KHGT, berupa garis altitude yang berwarna merah, garis elongasi yang hitam, titik-titik yang waktu terbenam Matahari-nya bertepatan dengan pkl. 00:00 UTC yang ditandai garis berwarna orange, lalu area atau bahasa pemrograman disebut “masking” untuk menunjukkan area yang memenuhi kriteria yang dalam peta KHGT dari Muhammadiyah dibagi menjadi 2, yaitu yang berwarna hijau tua untuk area-area yang memenuhi kriteria sebelum Pkl. 00:00 UT, dan yang berwarna hijau muda untuk area-area yang memenuhi kriteria setelah Pkl. 00:00 UT.

Secara teknis, pada peta KHGT Muhammadiyah juga telah menerapkan constrain (batasan) berupa data spasial untuk daratan Amerika, yang sangat berguna untuk keputusan ketika Parameter Kalender Global (PKG) 1 (yang pertama) tidak terpenuhi, dan untuk menguji keterpenuhan PKG2.

Perjalanan KHGT dan Dasar Argumentasi Awal Ramadan 1447 H

Gambar 3 Peta KHGT Ramadan 1447 H dari Muhammadiyah

Terbukti, ada jeda waktu untuk ketersediaan perangkat lunak KHGT dengan waktu peluncuran (launching) yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 sebagai seremoni peluncuran KHGT, namun perangkat lunak pendukung KHGT belum diluncurkan secara resmi pada acara tersebut. Setelah mendapat jawaban resmi dari pihak Diyanet tertanggal 30 Juni 2025 tentang beberapa detail yang diperlukan untuk pengembangan perangkat lunak KHGT, akhirnya pada tanggal 14 Juli 2025 bertepatan dengan Musywil III Tarjih Muhammadiyah Jawa Tengah, perangkat lunak KHGT dalam bentuk desktop, mobile, dan website diluncurkan oleh MTT PP Muhammadiyah, dan disusul dikeluarkannya maklumat dengan nomor 01/MLM/I.1/B/2025, Penjelasan MTT PP Muhammadiyah tentang Penyesuaian Penetapan 1 Ramadahan 1447 H dan Penjelasan Ilmiahnya, tertanggal 27 Muharam 1447 H/22 Juli 2025 M.

Mengapa tim pengembang perangkat lunak KHGT membutuhkan kepastian untuk detail-detail yang ada pada sistem kalender KHGT? Karena agar algoritma yang dibangun pada perangkat lunak KHGT valid dengan detail-detail resmi yang telah ditetapkan, dan berlaku untuk seluruh masa. Kecuali akan ada perubahan secara resmi tentang detail-detail yang ada, maka algoritma dan kode-kode yang ada pada perangkat lunak KHGT tentu akan menyesuaikan keputusan resmi tersebut.

Dalam perjalanannya, sudah pasti ada beberapa catatan mengenai KHGT secara teoritik, mengenai detail-detail sistem kalendernya, namun Muhammadiyah termasuk Tim Pengembang Perangkat Lunak KHGT selalu berangkat dari hal-hal yang sudah diputuskan secara resmi dan official, sehingga tersedialah KHGT Muhammadiyah yang pada ketiga platform perangkat lunak sudah menyediakan untuk 30 tahun mendatang atau dalam rentang 1447 H sampai 1477 H.

Terima kasih kepada seluruh pihak khususnya Pimpinan, Jemaah dan Warga Muhammadiyah secara umum, termasuk pihak eksternal yang telah mengapresiasi dan memberikan masukan yang membangun. Semua itu bermuara kepada tujuan mulia yang dituangkan dalam Risalah Islam Berkemajuan, yaitu untuk “…melakukan perbaikan sistem waktu Islam secara internasional…”. Semoga bermanfaat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search