Sebanyak 123 guru dari SD Muhammadiyah 4, SMP Muhammadiyah 5, dan SMA Istiqamah Muhammadiyah mengikuti kegiatan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang diselenggarakan oleh Istiqamah Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Samarinda. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 19–21 Februari 2026, bertempat di UMKT Samarinda.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari ikhtiar strategis memperkokoh fondasi ideologis dan spiritual para tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah. Tidak sekadar peningkatan kompetensi pedagogis, penguatan AIK dimaksudkan untuk memastikan setiap guru memahami nilai tauhid, akhlak, integritas, serta semangat tajdid yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah.
Ketua PCM Samarinda Utara, Taufik Rahman, SPd saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya AIK sebagai fondasi utama pendidikan Muhammadiyah.
“Penguatan AIK menjadi fondasi agar setiap tenaga pendidik memahami nilai tauhid, akhlak, integritas, serta semangat tajdid yang menjadi ciri gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan AIK yang kuat, guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai. Karyawan pun tidak sekadar melayani, melainkan menghadirkan pelayanan sebagai bagian dari ibadah. Menurutnya, budaya kerja harus dibangun di atas keikhlasan dan profesionalitas.
Direktur IMBS Samarinda, Drs. H. Jaswadi, MSi dalam sambutannya menekankan, seluruh guru Muhammadiyah wajib terus meningkatkan pemahaman terhadap Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ia mengingatkan, guru Muhammadiyah bukan hanya pengajar materi akademik, tetapi juga teladan akhlak dan ibadah.
“Guru Muhammadiyah harus memiliki komitmen ideologis yang kuat terhadap nilai-nilai Al-Islam dan ajaran Muhammadiyah,” tegasnya.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan tujuh materi utama, di antaranya Komitmen Bermuhammadiyah, Fiqih Ibadah, Profesionalitas dan Ibadah dalam Kerja, Ideologi Muhammadiyah, Metodologi Memahami Islam, Kalender Hijriyah Global Tunggal, serta Fiqih Zakat Kontemporer.
Kegiatan berlangsung interaktif, disertai sesi diskusi dan tanya jawab pada setiap materi. Para peserta terlihat aktif berdialog dengan narasumber, menandakan tingginya antusiasme dalam memperdalam pemahaman keislaman yang berkemajuan.
Melalui kegiatan ini, IMBS berharap lahir guru-guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis, sehingga mampu menjaga identitas dan kualitas lembaga pendidikan Muhammadiyah di tengah dinamika zaman.(ay.1)
