Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Cegah Kekerasan terhadap Perempuan di Kaltim

www.majelistabligh.id -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) menerima kunjungan kehormatan dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada Senin (23/6/2025). Rombongan Komnas Perempuan dipimpin oleh Komisioner Daden Sukendar bersama dua staf diterima di Sekretariat PWM Kaltim, Samarinda.

Kehadiran Komnas Perempuan disambut hangat oleh Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, didampingi jajaran PWM Kaltim yang terdiri dari Sekretaris PWM, H. Amir Hady; para Wakil Ketua: H. A. Sobyan, H. Abdul Hadi, H. Abdullah, dan Fistroh Asriyadi.

Hadir pula Ketua Majelis Kesehatan PWM Kaltim, Mudasir; Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kaltim, Afrida; perwakilan Majelis Kesehatan PWA serta Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kaltim, Rini Astuti, bersama anggota.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, menyampaikan rasa gembira dan apresiasi atas kunjungan tersebut.

“Kami menyambut hangat kehadiran Komnas Perempuan. Semoga silaturahim ini menjadi titik awal sinergitas yang konstruktif dalam rangka memajukan Indonesia, sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah dalam menciptakan kehidupan berbangsa yang bermartabat,” ungkapnya.

Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, menjelaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya dalam rangka silaturahim, tetapi juga mengusung semangat silatulfikri dan silatul‘amal, yakni tukar pikiran, gagasan, dan kolaborasi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan undangan resmi kepada PWM, PWA, dan PWNA Kaltim untuk mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Sosialisasi dan Pemetaan Implementasi Kebijakan Pencegahan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2025.

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka dan hangat, berbagai isu krusial terkait perempuan turut dibahas. Salah satu temuan penting yang mengemuka adalah bahwa Kalimantan Timur termasuk daerah yang masih menghadapi tantangan tinggi terkait praktik sunat perempuan. Hal ini menjadi keprihatinan bersama dan mendorong upaya sinergis antara lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, untuk memberikan edukasi dan pendekatan yang berperspektif keadilan gender.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat jejaring kerja antara PWM Kaltim dengan Komnas Perempuan, dan diharapkan menghasilkan program-program berkelanjutan yang berdampak positif bagi kesejahteraan perempuan di Kalimantan Timur. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search