8. Diulang-ulanginya kalimat yang penting untuk menjelaskan perhatian terhadapnya dan supaya difahami, dengan sabdanya, “Takwa itu di sini,” seraya mengisyaratkan ke dadanya tiga kali.
9. Bahayanya menghinakan seorang muslim, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Cukuplah bagi seseorang suatu keburukan bila ia menghina saudaranya seislam.” Hal itu mengingat karena menghinakan seorang muslim mengakibatkan banyak kerugian.
10. Diharamkannya darah, harta dan kehormatan seorang muslim. Inilah prinsipnya. Tetapi ada sebab-sebab menghalalkan hal itu. Karena itu, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa haq.” (Asy-Syura: 42).
“Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.” (Asy-Syura: 41).
11. Umat Islam seandainya mengikuti arahan-arahan ini, niscaya mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena semuanya adalah etika-etika besar, tinggi lagi mulia, yang akan mendatangkan berbagai kemaslahatan dan menolak berbagai kerugian.
CATATAN:
* Lihat Syarah an-Nawawi atas hadits ke-13 dari buku ini
** Muttafaq alaih: al-Bukhari, no. 6077; dan Muslim, no. 2560, dari hadits Abu Ayyub RA
* Hadits Dha’if lihat Dhaif al-Jami’ 2197
** Hadits dha’if, riwayat at-Tirmidzi, no. 1140; Abu Daud, no. 2134; Ibnu Majah, no. 1971; an-Nasa’i dalam al-Kubra, 5/ 281; Ahmad, 6/ 144; al-Hakim, 2/ 204; al-Baihaqi dalam al-Kubra, 7/ 298; dan didha’ifkan al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, no. 4593
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya
