Pertemuan Haru Mendikdasmen Abdul Mu’ti dengan Gurunya

Pertemuan Haru Mendikdasmen Abdul Mu’ti dengan Gurunya
www.majelistabligh.id -

Di balik kesibukannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti tak pernah melupakan akarnya. Dalam pembukaan Bulan Guru Nasional 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026), ia dipertemukan kembali dengan dua guru masa remajanya di MAN 1 Kudus.

Kehadiran dua guru yang pernah mendidiknya di MAN 1 Kudus (dahulu bernama MAN Purwodadi Filial di Kudus), yakni Lilik Puspita (guru Matematika) dan Firdaus (guru Olahraga).

Pertemuan tersebut meleburkan sekat jabatan. Di mata kedua gurunya, Abdul Mu’ti bukanlah seorang menteri, melainkan sosok murid masa lalu yang tekun, gemar membaca, dan tidak pernah sombong.

Firdaus mengenang satu kebiasaan khas Abdul Mu’ti remaja yang masih lekat dalam ingatannya: kegemaran membaca yang tinggi. Menurut Firdaus, rasa ingin tahu Mu’ti sudah terlihat sejak bangku sekolah melalui kebiasaannya berburu buku bacaan.

“Pak Mu’ti sejak dulu memang dikenal sebagai anak yang tekun belajar. Saya masih ingat, beberapa kali saya memergoki beliau membeli buku-buku berbahasa Inggris di lapak-lapak buku. Itu menunjukkan bahwa sejak muda beliau memang memiliki semangat tinggi untuk terus menambah pengetahuan,” kenang Firdaus.

Hal senada diungkapkan oleh Lilik Puspita. Sebagai guru Matematika, Lilik mengenang Abdul Mu’ti sebagai murid yang cerdas secara akademik, namun memiliki kerendahan hati yang luar biasa dan enggan menonjolkan diri.

“Kalau sedang mengerjakan soal Matematika, saya sering melihat beliau sebenarnya sudah selesai dan bisa mengerjakannya. Tetapi, beliau diam saja dan tidak mau maju ke depan kalau tidak diminta. Beliau bukan anak yang suka pamer atau menonjolkan diri,” cerita Lilik.

Lilik menambahkan, hingga kini, meskipun telah menduduki posisi menteri, Abdul Mu’ti tetap konsisten menjaga silaturahmi. Bagi para gurunya, sikap tersebut mencerminkan rasa hormat dan penghargaan yang tidak luntur dimakan waktu maupun jabatan.

Bagi Abdul Mu’ti sendiri, perjumpaan dengan guru-gurunya menghadirkan momen reflektif yang mendalam di tengah kesibukan tugas negara. Ia menegaskan bahwa seluruh pencapaiannya hari ini berpangkal dari keteladanan para pendidik di masa lalu.

“Bagi saya, guru bukan hanya orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga sosok yang membentuk karakter dan memberikan teladan. Apa yang saya capai hari ini tentu tidak terlepas dari jasa dan bimbingan para guru. Pertemuan ini menjadi kebahagiaan sekaligus pengingat bahwa sampai kapan pun saya tetaplah murid dari guru-guru saya,” ungkap Abdul Mu’ti.

Kisah hangat ini menjadi pengingat bermakna bahwa esensi pendidikan melampaui batas ruang kelas. Kebiasaan membaca, kerendahan hati, dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan guru terbukti menjadi bekal tangguh bagi seorang murid hingga menggapai puncak kesuksesan.

Dalam momentum Bulan Guru Nasional 2026, kisah ini menegaskan bahwa menghargai guru adalah bentuk pengakuan atas keteladanan yang terus hidup dan mewujud dalam diri setiap muridnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search