Ketika hamba menyerahkan semua urusannya kepada Allah setelah menjalankan ketaatan kepada-Nya, maka Allah akan menolong dan menyelesaikan urusan hamba secara komprehensif. Perang Badar merupakan contoh bagaimana pertolongan Allah datang sehingga jumlah kaum Muslimin yang sedikit bisa mengalahkan kaum kafir Quraisy yang jumlahnya berlipat. Para sahabat telah menjalankan semua perintah Nabi hingga terusir dari kampung halamannya guna mempertahankan agamanya. Allah pun menolongnya dengan memenangkan perang melawan para penentang agama ini.
Pertolongan Allah
Pertolongan Allah datang secara totalitas justru ketika jumlah para sahabat sangat sedikit. Mereka berhadapan dengan kaum kafir Quraisy dengan jumlah yang banyak dengan persenjataan yang sangat memadai. Allah menolong kaum muslimin secara komprehensif, setelah para sahabat berjuang dan berpegang teguh pada agama Allah. Permusuhan orang kafir Quraisy yang demikian besar membuat kaum muslimin harus mengalami penghinaan, siksaan hingga pembunuhan. Pada akhirnya Allah memerintahkan Nabi untuk hijrah untuk menyelamatkan agamanya.
Beberapa pertolongan Allah bisa dipaparkan sebagai berikut. Pertama, Allah membuat pasukan Islam mengantuk dalam situasi yang genting. Hal ini untuk memberi ketenteraman. Dalam situasi mencekam biasanya sulit tidur. Namun dalam keadaan yang sulit itu, mereka justru tidur dengan pulas. Ini merupakan pertolongan Allah.
Kedua, Allah menurunkan air (hujan) dari langit. Dalam situasi perang, air sangat dibutuhkan guna membersihkan badan, mensupport kebutuhan minum serta kebutuhan lainnya. Dengan adanya hujan, maka kondisi umat Islam dan segar dan bertenaga.
Ketiga, Allah menolong dengan menghilangkan gangguan-gangguan setan. Situasi perang sangat mencekam. Setan mendatangkan was-was, gelisah dan ketakutan akan kematian. Namun Allah mengokohkan hati kaum muslimin yang sedang mempertahankan agamanya.
Keempat, Allah menguatkan hatimu dengan meyakinkan kemenangan sebagaimana janji-Nya lewat lisan nabi Muhammad. Nabi menjanjikan kemenangan atas orang kafir, dan membalas surga bagi mereka mati syahid di perang yang sangat menentukan masa depan agama ini.
Kelima, Allah mengokohkan telapak kakimu untuk menyambut kemenangan besar setelah mengorbankan seluruh tenaga, pikiran, dan perasaan hingga rela meninggalkan keluarga, harta dan berbagai kecintaan pada kampung halamannya. Semua pertolongan Allah ini dipaparkan Al-Qur’an secara detail sebagaimana firman-Nya :
اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَا سَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَ قْدَا مَ
“(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).” (QS. Al-Anfal : 11)
Ayat di atas menunjukkan pertolongan Allah secara internal kepada kaum Muslimin, sehingga memperkokoh langkah dalam situasi sulit dan mencekam. Hal ini sebagai sarana untuk membangun optimisme menyambut kemenangan besar.
Memasukkan Rasa Takut
Bentuk pertolongan yang berikutnya berupa menanamkan rasa takut di dalam dada-dada orang-orang kafir. Allah menanamkan rasa takut yang amat besar kepada musuh-musuh Allah yang secara terang-terangan yang menentang agama Allah. Permusuhan orang-orang kafir Quraisy sangat terbuka. Mereka mengerahkan seluruh potensinya untuk melawan nabi dan para sahabatnya.
Dengan jumlah pasukan yang banyak serta perlengkapan perang yang lebih lengkap tentu menimbulkan rasa angkuh dan meremehkan kaum muslimin yang jumlahnya sedikit, dan lemah. Namun dengan memasukkan rasa takut itu, membuat dada-data orang kafir Quraisy menjadi sempit dan ciut. Al-Qur’an memaparkan bahwa Allah lah yang secara langsung menolong kaum muslimin dengan memasukkan rasa takut kepada kaum kafir. Hal ini ditegaskan Allah sebagaimana firman-Nya :
اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ سَاُ لْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَا ضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَ عْنَا قِ وَا ضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَا نٍ
“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.” (QS. Al-Anfal : 12)
Dikisahkan bahwa Allah mengirimkan seribu malaikat untuk menumpas kaum kafir Quraisy yang ingin membunuh seluruh kaum muslimin di perang Badar ini. Allah secara langsung menyampaikan pesan ini kepada malaikat bahwa Allah bersama kaum Muslimin untuk memastikan kekalahan orang kafir Quraisy serta menyaksikan para malaikat untuk mengeksekusi kematian orang-orang yang congkak terhadap Nabi Muhammad.
Dalam konteks saat ini, pertolongan Allah pasti datang terhadap kaum muslimin yang di dalam hatinya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan membela agama-Nya. Tantangan berat kaum muslimin aat ini juga tidak kecil. Di era yang melegalkan perlawanan kepada nilai-nilai moral, serta korupsi, berjudi, serta berharap hidup kepada materi duniawi. Bahkan banyak manusia lalai terhadap Allah dan hari akhir, sehingga kita dapati manusia dengan mudah menabrak aturan Allah.
Dalam situasi seperti ini, seorang hamba yang dekat dengan Allah, dengan berbuat jujur, membersihkan dirinya dari berbuat nista, seperti korupsi, judi dan berzina, maka Allah pun akan memperkokoh keimanannya serta mempermudah segala urusannya.
Surabaya, 18 Pebruari 2026
