Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan sejak awal berdirinya Muhammadiyah dengan mendirikan Suara Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Rustam Aji, SAg dalam pembukaan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah di BPSDM Semarang, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile” ini diselenggarakan oleh MPI PWM Jawa Tengah dan diikuti lebih dari 100 peserta. Para peserta merupakan perwakilan MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta pengelola media Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Rustam Aji menyoroti perkembangan teknologi yang kini semakin banyak dimanfaatkan oleh media, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Sekarang hampir semua media menggunakan AI. Saya berharap rekan-rekan dapat memanfaatkannya secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya mengingat tingginya minat dari berbagai daerah.
“Antusiasme sangat tinggi. Banyak peserta dari berbagai daerah yang terpaksa kami tolak karena keterbatasan kuota. Maka manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Anam Sutopo, MHum menegaskan pentingnya peran jurnalistik sebagai corong sekaligus garda depan persyarikatan.
“Kalau kita bicara jurnalistik, maka kita akan menjadi corong persyarikatan, garda depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti, jangkauan media resmi Muhammadiyah masih perlu terus ditingkatkan agar dakwah melalui media digital dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kalau bicara jurnalistik, web resmi Muhammadiyah masih di bawah sejuta. Kalah dengan yang lain. Maka kita harus berjuang keras,” tegasnya.
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. Wahyudi, M.Ag. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Maret 2026, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pengelola media Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan konten digital, mulai dari penulisan berbasis AI hingga produksi videografi mobile sebagai bagian dari penguatan dakwah di era digital. (ahmas nasri | kontributor sukoharjo)
