Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melalui Korwil Karesidenan Banyumas menyelenggarakan Pelatihan Kepengasuhan Pesantren Zero Bullying di Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah (TrenMu) Gombong, Kebumen, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini diikuti 90 peserta yang merupakan perwakilan Pesantren Muhammadiyah se-Korwil Karesidenan Banyumas meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Setiap pesantren mengirimkan 1 orang mudir dan 2 orang musyrif/musyrifah.
Mudir Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah Gombong, Ustadz Heri Pramono, SPd selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan LPP PWM Jawa Tengah. Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan kepengasuhan pesantren di era modern.
“Pelatihan Kepengasuhan Zero Bullying merupakan ikhtiar penting untuk memperkuat komitmen pesantren Muhammadiyah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan berkeadaban bagi santri,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi melahirkan langkah nyata dan kesepahaman bersama antar-pesantren.
“Semoga kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya sistem kepengasuhan pesantren yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada pembinaan karakter santri,” harapnya.
Ketua Korwil Karesidenan Banyumas LPP PWM Jawa Tengah, Kyai Arif Fauzi, Lc, MPd menjelaskan, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan lingkungan pesantren yang aman secara fisik, psikis, dan sosial. Menurutnya, pesantren bukan hanya ruang transmisi ilmu dan nilai keislaman, tetapi juga wahana pembentukan karakter yang harus bebas dari kekerasan dan perundungan.
“Pesantren Zero Bullying bukan sekadar slogan, tetapi sistem kepengasuhan yang sadar, terencana, dan berkelanjutan. Mudir dan musyrif memegang peran strategis dalam membangun budaya pengasuhan yang adil, empatik, dan mendidik,” tegasnya.
Materi pelatihan disampaikan dalam dua sesi utama. Sesi pertama bertajuk “Kepemimpinan Kepengasuhan Pesantren Muhammadiyah Menuju Zero Bullying” disampaikan oleh Arif Fauzi, Lc, MPd yang menekankan pentingnya kepemimpinan mudir dalam membangun sistem dan budaya pesantren yang berkeadilan dan berkemajuan.
“Kepemimpinan mudir menjadi kunci utama dalam membangun sistem dan budaya pesantren yang adil, berkemajuan, serta bebas dari praktik perundungan,” ujar Arif Fauzi.
Sesi kedua disampaikan oleh Rosyid Ahmad Faruq, SPsi praktisi pendidikan dan psikolog pesantren, melalui materi “Strategi Psiko-Edukatif dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying di Pesantren”. Ia menekankan pentingnya pendekatan psikologis dan edukatif dalam memahami dinamika santri serta merumuskan langkah preventif dan kuratif.
“Pencegahan bullying di pesantren membutuhkan pendekatan psiko-edukatif yang menekankan pembinaan, bukan semata hukuman,” jelas Rosyid.
Pelatihan berlangsung pukul 08.00–14.30 WIB, diawali registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan sambutan dari tuan rumah, LP2 PDM Kebumen, dan Korwil Karesidenan Banyumas.
Melalui kegiatan ini, LPP PWM Jawa Tengah berharap terbangun sinergi yang kuat antar-pesantren Muhammadiyah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman, nyaman, dan berkemajuan, sekaligus menjadi teladan dalam pengelolaan kepengasuhan pesantren di Indonesia. (tarqum aziz | kontributor banyumas raya)
