”Tell me who your friends are, and I’ll tell you who you are”
”(Katakan padaku siapa temanmu, dan aku akan memberitahumu siapa dirimu)”
Bagian paling penting dari proses perbaikan diri adalah memperbaiki pergaulan. Kita diwajibkan untuk menjauhi teman-teman yang memberi pengaruh buruk, karena agama seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya. Jangan takut merasa kesepian, lebih baik sendiri dalam ketaatan daripada ramai dalam kemaksiatan.
Selama Anda fokus menjadi pribadi yang baik dan bertakwa, niscaya Allah akan mempertemukan Anda dengan orang-orang yang baik pula, yang akan mendukung jalan kebaikan Anda. Allah SWT berfirman, menceritakan penyesalan orang zalim di akhirat,
يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِی لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلًا
Artinya:
“Celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab(ku).“(Al-Furqan:28)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini menunjukkan penyesalan yang mendalam karena berteman dengan orang yang menyesatkan dari jalan kebenaran. Orang zalim itu menyesal tidak mengikuti Rasul, dan menyesal telah menjadikan “si fulan” sebagai teman akrab, karena teman tersebut telah menyesatkannya. Ini adalah peringatan keras untuk selektif dalam memilih sahabat.
Perumpamaan teman, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis, Rasululah Saw menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
Artinya:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan: “Hadis di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari 4/324)
Jadi, Teman adalah cerminan agama dan akhlak kita. Pilihlah teman yang membuat Anda lebih dekat kepada Allah, sehingga Anda mendapat kebaikan dunia dan akhirat, dan tidak menyesal di Hari Kiamat.
Semoga bermanfaat.
