Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengangkat tema Teologi dan Kekhalifahan dalam Kajian Ramadan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu-Ahad (21-22/2/2026). Dalam sambutannya, Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, mengatakan, tema tersebut menegaskan peran manusia sebagai khalifah dalam menjaga kelestarian alam.
Prof Suko, sapaan akrab Sukadiono, menyampaikan, istilah yang digunakan adalah “kekhalifahan”, bukan “kekhilafahan”. Menurutnya, konsep tersebut menekankan tanggung jawab manusia sebagai pemelihara bumi.
“Kita tahu tiga bulan ini kita selalu mendengar berita dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tentang kerusakan hutan. Artinya penghilangan atau penggundulan hutan yang nanti membawa dampak negatif,” ujarnya.
Ia menegaskan, manusia sebagai khalifah memiliki tugas merawat dan menjaga keberlangsungan alam. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar Rum: 41: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
“Seorang khalifah adalah merawat, menjaga, dan memastikan keberlangsungan alam di sekitar kita. Jangan sampai kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia terus terjadi,” katanya.
Menurutnya, peristiwa kerusakan hutan di sejumlah daerah harus menjadi pelajaran agar tidak merambah ke wilayah lain. Karena itu, mitigasi dan upaya pelestarian lingkungan menjadi sangat penting.
“Kalau alam sekitar kita terpelihara dan kita rawat, maka musibah yang tidak kita inginkan bisa dicegah,” ucapnya.
Kajian Ramadan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pimpinan Muhammadiyah. Di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Mandikdasmen Abdul Mu’ti, serta sejumlah narasumber lain yang akan membahas isu lingkungan, kebencanaan, dan pendidikan.
Di akhir sambutannya, Prof Suko, menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan hadiah umrah bagi peserta yang akan diumumkan pada akhir rangkaian kegiatan, dari para sponsor sektor perbankan.
“Makanya jangan pulang dulu sebelum acara selesai, siapa tahu hadiah umrah menjadi rezeki anda tahun ini atau tahun depan,” ucapnya.
Suko berharap, Kajian Ramadan ini diharapkan menjadi momentum penguatan teologi lingkungan serta kolaborasi Muhammadiyah dalam menjaga kelestarian alam. (abdul wahab)
