Prof Suyanto Ajak Pengelola Sekolah Muhammadiyah untuk Adaptif dan Profesional

Prof Suyanto Ajak Pengelola Sekolah Muhammadiyah untuk Adaptif dan Profesional
www.majelistabligh.id -

Tim Pakar Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Suyanto, Ph.D menegaskan, kemajuan sekolah Muhammadiyah sangat ditentukan oleh sikap terbuka para pengelolanya terhadap masukan, bahkan kritik. Hal itu ia sampaikan di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah hari kedua di Makassar, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, kritik bukanlah ancaman, melainkan energi perbaikan yang harus disambut dengan kedewasaan. “Organisasi akan mati jika pengelolanya alergi terhadap kritikan,” tandasnya.

Pakar Growth Mindset tersebut menekankan, pengelola pendidikan Muhammadiyah harus memiliki keterbukaan berpikir dan kematangan sikap dalam menghadapi dinamika perubahan. Dunia pendidikan, kata dia, bergerak sangat cepat dan penuh tantangan, terutama dipicu oleh perkembangan teknologi yang kian masif.

Prof Suyanto Ajak Pengelola Sekolah Muhammadiyah untuk Adaptif dan Profesional
Para peserta Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah di Makassar.(sholihin f)

Ia mengingatkan pentingnya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam tata kelola pendidikan. Pengelola sekolah tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi harus bertumpu pada konsep yang jelas, riset yang kuat, serta pengambilan keputusan berbasis data.

“Karena kualitas sekarang rentan terhadap perubahan, terutama dalam masalah teknologi,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Suyanto mendorong agar setiap perubahan situasi disikapi dengan tenang dan penuh perhitungan. Tantangan tidak boleh direspons dengan kepanikan, melainkan dengan upaya kreatif untuk menemukan solusi terbaik. Dalam konteks itulah, pola pikir bertumbuh atau growth mindset menjadi kunci.

“Kata kuncinya orang-orang yang memiliki growth minset harus berani menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi hambatan dan kesulitan, terus berusaha mencari jalan keluar, terbuka terhadap kritik, senang menjadi orang yang sukses,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, dalam konsep Growth Mindset ada sikap yang harus dihindari, yakni mudah mengatakan tidak bisa. Menurutnya, pengelola pendidikan harus menumbuhkan optimisme dan keyakinan bahwa setiap persoalan selalu memiliki jalan keluar.

Prof. Suyanto berpesan agar para pengelola pendidikan Muhammadiyah mampu menjadi teladan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi. Kepemimpinan yang memberi contoh akan memperkuat budaya profesionalisme di lingkungan sekolah.

Sekolah Muhammadiyah, lanjutnya, harus dikelola secara profesional, akuntabel, dan visioner. Tujuannya jelas: melahirkan kader-kader terbaik yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berakhlak mulia serta memiliki daya saing tinggi di tengah kompetisi global.

“Memperbaiki cara kerja. Jangan terjebak dalam zona nyaman. Sekolah Muhammadiyah harus berkemajuan. Sekolah Muhammadiyah harus berhikmat kepada kemajuan dan perubahan,” tegasnya.

Melalui penguatan budaya keterbukaan, perbaikan berkelanjutan, dan semangat growth mindset, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu terus bertahan sekaligus tampil sebagai pelopor pendidikan berkemajuan yang adaptif terhadap perubahan zaman.(sholihin fanani)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search