Prof Syarkawi Dilantik Jadi Wakil Dekan I FIB Unair, Ulumnus IMM yang Menginspirasi 

Prof Syarkawi Dilantik Jadi Wakil Dekan I FIB Unair, Ulumnus IMM yang Menginspirasi 
www.majelistabligh.id -

Prof Syarkawi, akademisi dan alumnus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Hasanuddin (Unhas), resmi menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair). Pelantikan berlangsung pada Senin (8/9/2025) pukul 13.00 WIB di Gedung Rektorat Unair dengan suasana yang khidmat.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unair yang baru, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, yang memulai masa jabatannya untuk periode 2025–2030. Dalam sambutannya, Prof Madyan menyampaikan penghargaan sekaligus harapan besar terhadap jajaran pimpinan fakultas yang baru.

“FIB memiliki peran strategis dalam menguatkan identitas bangsa, memperkaya tradisi akademik, sekaligus menjembatani nilai-nilai budaya dengan kebutuhan masyarakat modern,” tuturnya.

Prof Syarkawi bukan nama asing di lingkungan Universitas Airlangga. Ia dikenal sebagai akademisi yang konsisten meneliti persoalan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Pada Desember 2024, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Sejarah FIB Unair. Dalam pidato pengukuhannya, ia mengangkat isu amnesia sejarah yang dialami bangsa serta menekankan pentingnya belajar dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Setelah prosesi pelantikan, Prof Syarkawi menyampaikan rasa syukurnya dan komitmen untuk menjalankan tugas baru dengan sungguh-sungguh. “Ini kesempatan untuk memperkuat peran FIB dalam menjaga daya kritis, membangun tradisi akademik yang berakar pada nilai budaya, sekaligus relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.

Dukungan dari Alumni IMM

Kabar pelantikan ini disambut positif oleh berbagai kalangan sivitas akademika, termasuk para dosen dan mahasiswa. Mereka berharap kehadiran Prof Syarkawi dapat membuka ruang kolaborasi akademik yang lebih luas dan melahirkan inovasi pembelajaran yang kontekstual.

Rimba Ayu, salah satu alumni IMM Unair, turut memberikan tanggapan. Ia mengenang peran Prof Syarkawi yang telah lama menjadi inspirasi bagi kalangan mahasiswa Muhammadiyah di kampus.

“Pak Syarkawi dulu pada tahun 1997 adalah tokoh Muhammadiyah pertama dari kalangan dosen di Unair yang kami ajak berdiskusi mengenai pendirian IMM di Unair. Dari beliau kami belajar bagaimana pentingnya menyatukan semangat akademik dengan ideologi pergerakan,” kenangnya.

Lebih lanjut, Rimba menilai bahwa pelantikan ini menjadi penanda penting bahwa kader Muhammadiyah memiliki ruang berkontribusi dalam posisi strategis di dunia kampus. “Harapan saya, beliau bisa membawa FIB semakin maju sekaligus menjaga tradisi kritis mahasiswa agar tetap hidup,” tambahnya.

Dengan perubahan kepemimpinan di tingkat fakultas dan universitas, Universitas Airlangga terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang berdampak, sejalan dengan visinya: Excellence with Morality. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search