Program Peduli Guru LAZISMU Jatim Sapa Bangkalan dan Sampang

Program Peduli Guru LAZISMU Jatim Sapa Bangkalan dan Sampang
www.majelistabligh.id -

Komitmen LAZISMU Jawa Timur dalam memperkuat peran pendidik terus berlanjut. Melalui Program Peduli Guru, lembaga filantropi Muhammadiyah ini kembali menyapa para guru dan tenaga kependidikan di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan dan Sampang.

Kegiatan pembinaan berlangsung di Hall SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Kamis (6/11/2025) dengan melibatkan 60 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah dari dua kabupaten tersebut.

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PWM Jawa Timur Prof. Dr. Isa Anshori hadir langsung memberikan pembinaan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya profesionalisme dan semangat keikhlasan dalam mengabdi di dunia pendidikan.

“Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembentuk karakter. Karena itu, program seperti ini harus menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai pengabdian,” ujarnya.

Program Peduli Guru menjadi bagian dari komitmen besar LAZISMU Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas guru Muhammadiyah.

Menurut Aditio Yudono, SE — Wakil Ketua bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan pada LAZISMU Wilayah Jawa Timur, kegiatan di Bangkalan dan Sampang ini merupakan lanjutan dari rangkaian agenda serupa di berbagai daerah, termasuk Nganjuk, Madiun, dan Lamongan.

“Kami ingin memastikan bahwa perhatian terhadap guru tidak berhenti pada pemberian bantuan material, tapi juga penguatan spiritual, intelektual, dan motivasional,” kata Aditio Yudono.

Ia menambahkan, LAZISMU Jatim menargetkan program ini menjangkau 1.500 guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah di seluruh Jawa Timur hingga akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 paket telah disalurkan melalui koordinasi wilayah, sementara sisanya dilakukan secara mandiri oleh LAZISMU daerah kabupaten dan kota.

“Bangkalan dan Sampang menjadi titik penting, karena di sini semangat pengabdian guru luar biasa, meski tantangan sosial dan ekonomi masih tinggi,” jelasnya.

Program pembinaan kali ini juga diisi dengan sesi refleksi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, berbagi praktik baik dalam pengajaran, serta penyerahan bantuan simbolis

Salah seorang guru peserta, Siti Rahmawati dari Sampang, mengungkapkan, “Kami merasa diperhatikan dan dihargai. Pembinaan ini menambah semangat kami untuk terus berjuang di dunia pendidikan.”

Menurut Aditio Yudono, keberlanjutan program ini tak lepas dari sinergi antara LAZISMU, Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim, dan seluruh elemen Persyarikatan di daerah. “Inilah wujud nyata filantropi Islam yang produktif — dana umat dikelola bukan sekadar untuk bantuan sesaat, tetapi untuk pemberdayaan jangka panjang,” ujarnya menegaskan.

LAZISMU Jawa Timur selama ini dikenal aktif dalam berbagai inisiatif kemanusiaan dan pendidikan. Selain program Peduli Guru, lembaga ini juga menjalankan program Beasiswa Mentari, Sekolah Ceria, dan bantuan sosial bagi marbot, guru TPQ, serta tenaga kependidikan nonformal. Melalui langkah-langkah berkelanjutan ini, LAZISMU berharap lahir generasi pendidik yang unggul, berdaya, dan terus menebarkan pencerahan di pelosok negeri. (m roissudin)

Tinggalkan Balasan

Search