Program TARI MODUS LETING STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Perkuat Ketahanan Gizi di Desa Karangsono

Program TARI MODUS LETING STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Perkuat Ketahanan Gizi di Desa Karangsono
www.majelistabligh.id -

STIKES Muhammadiyah Bojonegoro mengimplementasikan program unggulan TARI MODUS LETING di Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pengabdian masyarakat kampus yang menekankan integrasi antara pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi rumah tangga, dan peningkatan kualitas gizi masyarakat desa.

TARI MODUS LETING—singkatan dari Ternak Ayam Mandiri Modal Usaha Sampah Menghasilkan Lele Terintegrasi Gizi—dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis ekonomi sirkuler. Pendekatan ini menempatkan sampah rumah tangga sebagai sumber daya awal yang dikelola secara sistematis untuk mendukung kegiatan peternakan, perikanan, dan pertanian skala rumah tangga.

Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. H. Ns. Sudalhar, M.Kep menyampaikan, TARI MODUS LETING merupakan bentuk konkret komitmen institusi dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang aplikatif dan berdampak jangka panjang.

“Program ini dirancang untuk menjawab persoalan lingkungan dan gizi secara bersamaan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas kesehatan,” ujarnya.

Program TARI MODUS LETING STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Perkuat Ketahanan Gizi di Desa Karangsono
Ternak ayam mandiri dengan modal usaha sampah. (akbar f)

Di Desa Karangsono, pelaksanaan program diawali dengan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Sampah organik dan sisa makanan rumah tangga dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki kandungan protein tinggi. Maggot tersebut digunakan sebagai pakan alternatif bagi ternak ayam dan ikan lele yang dikelola oleh warga, sehingga mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha ternak.

Sisa media maggot serta kotoran ayam selanjutnya diolah menjadi pupuk organik. Pupuk ini dimanfaatkan untuk mendukung penanaman sayuran di pekarangan rumah warga, menciptakan sistem pemanfaatan yang berkelanjutan dan minim limbah. Melalui skema ini, masyarakat tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi serta sumber pangan yang berkelanjutan.

Pada aspek lain, sampah anorganik seperti plastik dan logam dipilah dan dijual ke pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan sebagai modal awal pengadaan ayam dan sarana pendukung usaha ternak. Mekanisme tersebut memungkinkan masyarakat memulai usaha produktif tanpa ketergantungan pada modal tunai dalam jumlah besar.

Pemerintah Desa Karangsono menyambut positif implementasi program tersebut. Kepala Desa Karangsono, Sutrisno, menilai TARI MODUS LETING relevan dengan kondisi masyarakat desa karena berbasis pada aktivitas sehari-hari dan mudah diterapkan.

“Program ini memberikan pemahaman baru kepada warga tentang pengelolaan sampah yang bernilai. Manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Antusiasme juga datang dari warga penerima manfaat. Isti’ah, salah satu warga Desa Karangsono, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN membantu masyarakat memahami proses pengelolaan sampah secara praktis.

“Pendekatannya sederhana dan mudah dipraktikkan. Sampah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini bisa menjadi sumber pakan ternak dan pupuk tanaman,” tuturnya.

Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berperan sebagai pelaksana teknis dan fasilitator lapangan dalam seluruh tahapan program. Mereka mendampingi masyarakat mulai dari edukasi pemilahan sampah, praktik budidaya maggot, pengelolaan ternak ayam dan lele, hingga pemanfaatan pupuk organik.

Melalui implementasi TARI MODUS LETING di Desa Karangsono, STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap dapat menghadirkan model pengabdian masyarakat yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memiliki potensi replikasi di desa lain. Program ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan. (akbar fikri – kkn karangsono stikes muhammadiyah bojonegoro) 

Tinggalkan Balasan

Search