Program TEKAD: Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu di Halmahera Barat

Kunjungan bantuan Demplot Desa Pateng, bersama Kepala Desa Pateng Gaflih Anwar (Nomor 2 dari kanan) dan Tenaga Ahli Menteri Desa M Arif An (paling kanan).
www.majelistabligh.id -

Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang digagas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes dan PDT) terbukti memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi warga di Kabupaten Halmahera Barat.

Hal ini terungkap dalam kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) oleh Tim Strategy Policy Unit (SPU) TEKAD ke Desa Payo dan Desa Pateng, dua desa penerima manfaat program Demplot, RITD, dan Infrastruktur Fisik (IF).

Tim SPU TEKAD yang terdiri dari M. Arif An (Tenaga Ahli Menteri Desa dan PDT) bersama Staf Direktorat PKEI Kemendes, Novan Kartiko Ardianto, hadir langsung untuk memantau kegiatan literasi keuangan desa, menyebarkan kuesioner reformulasi indeks desa, sekaligus melakukan survei exit strategy program TEKAD 2026.

“Selain memonitor kegiatan literasi keuangan dan menjaring masukan lewat kuesioner reformulasi indeks desa, kami juga menyajikan instrumen survei exit strategy program TEKAD 2026,” ujar M. Arif An.

Desa Payo Menuju Desa Tematik Briket

Kunjungan pertama dilakukan di Desa Payo. Kepala Desa Payo, Hamsir Noho, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Kemendes dan PDT yang mengucurkan bantuan senilai Rp100 juta pada tahun 2026.

“Bantuan program Demplot ini kami bangun untuk rumah produksi briket. Sambil proses pembangunan berjalan, kami akan mengadakan pelatihan teknis briket berbahan dasar batok kelapa yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 10 tenaga kerja,” ungkap Hamsir.

Ia menambahkan, hasil produksi briket nantinya akan dipasarkan ke Ternate mengingat potensi ekonominya yang tinggi, sehingga Desa Payo diarahkan menjadi Desa Tematik Briket.

“Ekonomi Desa Payo perlahan akan tumbuh. Dari estimasi potensi limbah batok kelapa petani yang mencapai 50 ton dalam 3 bulan, pengolahan di rumah produksi briket ini akan mewujudkan pemerataan ekonomi. Tentu, kolaborasi dan kerja sama yang baik antara BUMDes dan petani harus terus dikawal,” jelas Yohanis, Fasilitator Ekonomi Program TEKAD Halmahera Barat.

Inovasi Pertanian di Desa Pateng

Tim SPU TEKAD kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Pateng yang berada tepat di sebelah Desa Payo. Desa ini telah menerima berbagai intervensi program, mulai dari Demplot penanaman cabai keriting seluas 1 hektar senilai Rp100 juta pada 2025, hingga bantuan RITD rumah produksi sambal senilai Rp300 juta serta bantuan IF senilai Rp250 juta untuk pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) dan embung (tandon air) pada tahun 2026.

“Kami benar-benar merasakan manfaat dari program TEKAD ini,” ujar Kepala Desa Pateng, Gaflih Anwar. “Harapan kami, program ini dapat terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten diharapkan mampu meneruskan praktik baik ini agar pendampingan, akses penjualan, serta peningkatan kapasitas BUMDes semakin kuat setelah program bantuan selesai.” lanjutnya

Menanggapi dinamika anggaran seperti pengurangan Dana Desa dan efisiensi di setiap kabupaten, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Barat, Fadli Husein, menegaskan pentingnya komitmen daerah dalam meneruskan legacy (warisan) program TEKAD. || Antok/Faskab TEKAD

 

Tinggalkan Balasan

Search