Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri dengan deretan capaian dan prestasi yang telah diraih saat ini.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, dalam acara Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Kampus Utama UAD, Yogyakarta, Senin (12/10/2026).
“Saya selalu katakan bahwa keunggulan dan mutu itu tidak pernah selesai. Kita tidak boleh cepat merasa berada di puncak, sebab ketika merasa di puncak, grafik mutu itu berisiko untuk turun,” tegas Irwan.
Menurut Irwan, pembenahan berkelanjutan merupakan hal niscaya bagi setiap perguruan tinggi Muhammadiyah demi menjaga tren prestasi agar tidak merosot. Upaya merawat kualitas dan reputasi kampus tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan serta sinergi dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Ia juga menekankan bahwa PTMA tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menguatkan dalam satu ekosistem pendidikan Muhammadiyah, termasuk menjalin keterikatan yang erat dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Khusus mengenai strategi penerimaan mahasiswa baru, Irwan berpesan agar UAD dan kampus Muhammadiyah lainnya makin gencar membangun komunikasi intensif serta memperluas jaringan, baik di tingkat daerah maupun mancanegara.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., menjelaskan bahwa UAD terus bertransformasi dan mengkontekstualisasikan diri agar tetap relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan UAD dalam mengukuhkan posisi sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di D.I. Yogyakarta maupun tingkat nasional menjadi bukti nyata komitmen kualitas tersebut—sekaligus menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa dalam menentukan tempat studi terbaiknya. (*/tim)
