Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah (PM). Jawa Timur tidak hanya membidik kesuksesan sebagai penyelenggara dan tuan rumah yang ramah, tetapi juga mematok target strategis: mengantarkan kader terbaiknya menduduki kursi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PP PM) periode mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir. H. Tamhid Mashudi, saat memberikan sambutan dalam acara Resepsi Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus Launching Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah di Aula KH Mas Mansyur, Gedung PWM Jatim, Kamis (1/10/2026) malam.
Tamhid menekankan bahwa muktamar adalah momentum krusial untuk melakukan konsolidasi organisasi secara masif. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah harus selalu mengambil peran terdepan dalam merawat persatuan dan memajukan bangsa.
“Muktamar adalah arena penguatan konsolidasi organisasi. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pelopor utama membangun bangsa dan negara. Saya dulu waktu jadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim sering berjalan bersama dengan Cak Anam yang saat itu Ketua PW GP Ansor Jatim. Pemuda adalah kekuatan utama bangsa, jadi harus bersatu,” tegas Tamhid Mashudi di hadapan ratusan kader dan anggota KOKAM.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran KOKAM terus mengawal dan menjaga benteng pertahanan persatuan nasional demi mengawal Indonesia agar semakin maju.
Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengamini bahwa Jawa Timur merupakan basis pelopor dan ‘gudang’ kader potensial Muhammadiyah di tingkat nasional. Dalam sambutannya, ia berseloroh mengenai keunggulan ekosistem pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur, salah satunya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Jawa Timur ini memang gudangnya kader. Bahkan di Jakarta, UMM itu sering diplesetkan secara positif sebagai ‘Universitas Magang Menteri’, karena sudah terbukti rektor-rektornya dipercaya masuk jajaran kabinet pemerintahan,” ujar Dzulfikar disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Selain itu, Dzulfikar memberikan arahan khusus kepada personel KOKAM yang hadir. Sebagai korps yang memegang teguh tradisi “Satu Komando”, kader KOKAM dituntut memiliki tiga karakter dasar dalam hatinya:
- Hati yang Penuh Kasih Sayang (Welas Asih): Memiliki empati tinggi serta ramah dan mudah berinteraksi melayani masyarakat luas.
- Hati Tempat Bersemayamnya Cinta dan Cita-cita: Memiliki energi membara untuk merajut harapan dan mewujudkan cita-cita besar persyarikatan.
- Hati Tempat Bersemayamnya Prinsip: Memiliki keteguhan sikap, berpendirian kokoh, dan tidak mudah tergoyahkan oleh dinamika zaman.
Puncak acara resepsi ditandai dengan peluncuran resmi (launching) Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah. Prosesi ditandai dengan pembukaan kain penutup logo secara bersama-sama oleh jajaran pimpinan PWM Jatim, PP Pemuda Muhammadiyah, dan komandan KOKAM, yang menandai dimulainya semarak gelombang konsolidasi Pemuda Muhammadiyah menuju arena muktamar di Jawa Timur. || chusnun
