Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi saksi lahirnya kolaborasi strategis. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur dan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (DPD ASPARINDO) Kaltim resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Serba Guna, Tower 1, Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara, Rabu (11/2/2026).
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua PWM Kaltim KH. Siswanto dan Ketua DPD ASPARINDO Kaltim Mulyono Soelarno. Kerja sama ini bertujuan membangun kemitraan strategis dalam pengembangan pasar UMKM serta jasa Umrah dan Haji di lingkungan jamaah Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Siswanto menyampaikan, kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah nyata membangun kemandirian ekonomi umat.
“Kita ingin jamaah Muhammadiyah kuat secara spiritual sekaligus kuat secara ekonomi, maka UMKM harus tumbuh dan berkembang” ujarnya.
MoU ini berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran informasi dan data, penyelenggaraan kegiatan sosial-ekonomi bersama, hingga pengembangan program pemberdayaan masyarakat.
Ketua DPD ASPARINDO Kaltim, Mulyono Soelarno, menjelaskan bahwa pasar dalam arti luas menjadi instrumen penting penggerak ekonomi masyarakat.
“Pasar rakyat tidak boleh tertinggal di tengah pembangunan. Justru harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Ditambahkan oleh Ir.H.Amir Hady, selaku Sekretaris PW Muhammadiyah Kaltim, setelah penandatangan MoU ini, akan dibuat perjanjian kerja sama (PKS) untuk merinci kegiatan apa saja yang bisa disinergikan dan dikolaborasikan antara PW Muhammadiyah Kaltim dengan DPD ASPARINDO Kaltim.
Penandatanganan MoU ini juga merupakan rangkaian acara pelantikan DPD ASPARINDO Kaltim periode 2026-2031, serta talkshow yang bertema pengelolaan pasar rakyat, pengembangan usaha, dan keberlanjutan IKN.
Acara yang dihadiri unsur pemerintah daerah, Otorita IKN, dan tokoh masyarakat tersebut menunjukkan komitmen bersama bahwa pembangunan fisik IKN harus diiringi pembangunan ekonomi kerakyatan.
Melalui kerja sama ini, PWM Kaltim dan ASPARINDO berharap UMKM lokal mampu naik kelas, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta terintegrasi dengan dinamika ekonomi nasional.(ay.1 – kontributor Kalteng)
