Qarun: Puncak Harta, Dasar Kehinaan

credlanche.com
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Treasure is a good servant, but he is a very cruel master.”
​”(Harta adalah pelayan yang baik, namun ia adalah tuan yang sangat kejam)”

​Qarun awalnya adalah bagian dari kaum Nabi Musa yang taat. Namun, tumpukan kunci gudang hartanya yang begitu berat perlahan mengubah kerendahan hatinya menjadi kesombongan yang buta. Ia memamerkan kemewahan dengan angkuh dan merasa bahwa kekayaannya murni hasil kecerdasannya sendiri. Di saat manusia bersorak kagum melihat kemegahannya, Allah justru membenamkan Qarun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi.

​Kisah ini adalah pengingat abadi: harta tanpa rasa syukur hanyalah jalan pintas menuju kehancuran. Jangan sampai “titipan” membuatmu merasa menjadi “pemilik mutlak”, karena di hadapan maut, emas sebanyak apa pun takkan mampu membeli waktu. ​Allah SWT berfirman:
إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ
Artinya:
Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi ia berlaku aniaya terhadap mereka…” (Qs. Al-Qashash: 76)

​Ayat ini memperingatkan kita bahwa menyombongkan nikmat dan melupakan Sang Pemberi Nikmat hanya akan mendatangkan fitnah (ujian) yang merusak karakter serta menghapus keberkahan hidup.

​Bahaya Kesombongan dalam Hati

​Dalam sebuah hadis, dari Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda,
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Artinya:
Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski seberat biji sawi.” (HR. Muslim, No. 2749)

​Pesan ini sangat tegas: kesombongan sekecil debu sekalipun bisa menjadi penghalang masuk surga. Nabi SAW mendefinisikan sombong sebagai tindakan menolak kebenaran dan meremehkan sesama manusia. ​Sering kali, kesombongan muncul saat kita merasa lebih unggul dalam kekayaan, rupa, atau jabatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menyadari bahwa segala kelebihan yang kita miliki sejatinya adalah milik Allah SWT.

Jadi, ​kesuksesan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang kita tumpuk, melainkan seberapa besar manfaatnya di jalan Allah. Tragedi Qarun membuktikan bahwa kekuasaan materi tanpa iman hanyalah fatamorgana yang berakhir dengan kerugian di dunia maupun akhirat.

​Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search