”The most suffocating longing is missing those whose hands can no longer reach. However, prayer is the strongest bridge to touch their souls beyond the dimensions of the world”
“(Rindu yang paling menyesakkan adalah merindukan mereka yang tak lagi bisa dijangkau tangan. Namun, doa adalah jembatan paling kokoh untuk menyentuh jiwa mereka melampaui dimensi dunia)”
”Pernahkah Anda menatap sebuah kursi kosong di meja makan, lalu menyadari bahwa suara yang biasanya mengisi ruang itu kini hanya tinggal gema di dalam ingatan?”
Ramadan kali ini mungkin terasa lebih sunyi. Ada satu kursi yang tak lagi bertuan, meninggalkan celah hampa di tengah hangatnya suasana berbuka. Bagi Anda yang sedang mendekap rindu pada mereka yang telah berpulang, ketahuilah bahwa cinta tidaklah pupus oleh maut. Ia hanya bertransformasi; dari pelukan fisik menjadi untaian doa dalam sujud-sujud panjangmu.
Semoga Allah menguatkan hati yang sedang rapuh oleh duka dan membasuh setiap tetes air mata dengan ketabahan yang luas. Percayalah, perpisahan ini hanyalah jeda singkat, sebuah ruang tunggu sebelum reuni abadi di jannah-Nya. Allah SWT berfirman,
فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ
Artinya:
“…Masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (Qs. Az-Zumar: 73)
Ayat ini adalah janji manis bagi hamba yang bertakwa. Para mufasir menjelaskan bahwa surga bukan sekadar tempat kenikmatan, melainkan tempat “pulang” yang sesungguhnya. Di sanalah keluarga-keluarga beriman yang sempat tercerai-berai oleh takdir dunia akan dipersatukan kembali dalam dekapan kebahagiaan yang tidak lagi mengenal kata perpisahan.
Jangan biarkan kursinya kosong begitu saja. Semoga setiap doa yang kita langitkan di bulan suci ini menjadi cahaya benderang yang menemani mereka di alam barzakh.
Semoga bermanfaat.
