Semakna dengan firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ
Jika kamu sekalian menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruan kalian. (Fathir: 14), hingga akhir ayat.
Adapun firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
{وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ}
Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu, padahal mereka tidak melihat. (Al-A’raf: 198)
Sesungguhnya dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ}
berhala-berhala itu memandang kepadamu. (Al-A’raf: 198)
Yakni menghadapi kamu dengan matanya yang melotot, seakan-akan dapat melihat, padahal berhala-berhala itu benda mati. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan seperti makhluk yang berakal, sebab memang berhala-berhala mereka itu dibentuk seperti manusia (yakni patung manusia).
وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ
Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu (Al-A’raf: 198)
Dalam ayat ini diungkapkan dengan damir untuk makhluk yang berakal.
As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang musyrik (bukan berhala, pent.). Hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Mujahid. Tetapi pendapat pertama adalah pendapat yang lebih utama, pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan dikatakan oleh Qatadah.
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
