Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menggelar agenda tahunan Syawalan Keluarga Besar UAD 1446 H pada Rabu (9 /4/2025).
Acara yang diselenggarakan pasca bulan suci Ramadan ini menjadi momen yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh civitas akademika.
Bukan hanya sebagai ajang silaturahmi dan temu kangen antar kolega, syawalan juga menjadi wadah penting untuk saling memaafkan dan memperkuat kembali nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan kampus.
Syawalan ini turut dihadiri oleh tokoh penting Muhammadiyah, yakni Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqqurahman. Ia hadir bersama tokoh-tokoh lain seperti Irwan Akib (Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UAD), serta Rektor UAD Prof. Muchla.
Ketiganya memberikan pesan yang menggugah hati tentang pentingnya menjaga hati, mempererat hubungan antar manusia, serta menanamkan nilai keikhlasan dalam memberi maaf.
Dalam tausiyahnya, dr. Agus Taufiqqurahman menekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
Dia menyampaikan bahwa Syawalan adalah momentum emas untuk menyucikan hati, memperbaiki relasi sosial, dan kembali kepada fitrah kemanusiaan.
Menurutnya, manusia memang tempatnya salah dan lupa. Namun, sebesar apa pun kesalahan seseorang, rahmat dan ampunan Allah selalu terbuka luas.
“Orang yang sulit memaafkan sesungguhnya sedang menyimpan beban batin yang berat. Bahkan secara medis, otak orang yang menyimpan dendam itu mirip dengan orang yang sedang mengalami stres berat. Maka dari itu, mari kita lepaskan semua luka dan sakit hati, karena memberi maaf sejatinya adalah bentuk tertinggi dari kekuatan hati,” tutur Agus seperti dilansir di laman resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Kamis (10/4/2025) .
Dia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal baru dalam kehidupan. Sebuah momen muhasabah yang mengajak semua untuk tidak kembali terjerumus dalam maksiat, serta memperbaiki niat dan amal ke depan.
Menurutnya, kebersihan hati dan ketulusan dalam berbuat menjadi kunci hadirnya rezeki yang barokah, yaitu rezeki yang membawa kebermanfaatan, ketenangan, dan keberkahan dalam hidup.
Dalam kesempatan yang sama, Irwan Akib turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh keluarga besar UAD.
Dia berharap semangat Ramadan yang penuh dengan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan dapat terus dihidupkan sepanjang tahun.
Irwan menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membawa UAD menjadi kampus yang unggul dan terus bergerak maju sesuai cita-cita Muhammadiyah.
“Atas nama BPH, kami menyampaikan selamat Idulfitri. Semoga nilai-nilai luhur yang telah kita latih selama Ramadan dapat terus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam tugas kita membesarkan Universitas Ahmad Dahlan menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berkemajuan,” ungkap Irwan.
Sementara itu, Muchlas menyoroti pentingnya menumbuhkan rasa kasih sayang di antara civitas akademika. Kata dia, kasih sayang bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga menjadi pondasi bagi lahirnya kolaborasi dan sinergi yang sehat dalam membangun institusi.
“Idulfitri adalah momen untuk melembutkan hati. Memberi maaf bukan hanya menyembuhkan yang diberi, tetapi juga menyembuhkan yang memberi. Saat kasih sayang tumbuh di antara kita, maka kerja sama dan gotong royong akan mengalir dengan lebih alami. Inilah modal penting kita untuk terus bergerak bersama membangun UAD yang lebih baik,” tegas Muchlas.
Agenda Syawalan ini tidak hanya menjadi simbol rekonsiliasi sosial dan spiritual, tetapi juga peneguhan nilai-nilai keislaman di lingkungan akademik.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, acara ini memperkuat ikatan kekeluargaan, meneguhkan semangat kebersamaan, serta menjadi energi baru untuk melanjutkan perjuangan UAD sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah yang mencerahkan umat dan bangsa.
Dengan semangat Syawalan, UAD menunjukkan bahwa keberkahan rezeki bukan hanya terletak pada materi, tetapi juga pada keberlimpahan cinta, keikhlasan memberi, dan keberanian memaafkan. (*/wh)
