Resonansi Jiwa

Resonansi Jiwa
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat getaran benda lain yang memiliki frekuensi sama, menghasilkan amplitudo getaran yang lebih besar. Fenomena ini umum dalam fisika, musik, dan elektronik, di mana benda ikut bergetar karena frekuensi alami yang sesuai.

Jiwa adalah roh manusia, nyawa, atau seluruh kehidupan batiniah yang mencakup pikiran, perasaan, dan emosi yang menyebabkan seseorang hidup. Berasal dari Sanskerta jiva (“benih kehidupan”), jiwa sering dimaknai sebagai esensi tak berwujud yang menjadi pusat kepribadian, semangat, dan penggerak utama manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

Kandungan Ayat
1. Getar hati ; “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya
2. Kuatnya Iman ; dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya
3. Bertawakkal ; dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”

Surat al Anfal ayat dua ini bila kita renungi secara mendalam mengandung resonansi jiwa yang begitu menggaung di dalam pusat jasad kita yakni hati kita yang dalam. Ada getar hati, ada kekuatan iman dan ada sikap tawakkal. Kemudian dipertegas lagi pada ayat berikutnya, sebagai berikut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)

Ayat ke 3 ini mempertegas bahwa orang yang dalam jiwanya ada resonansi kejiwaan iman maka akan menggema dalam jiwanya untuk merealisasikan keimanannya dengan “menegakkan salat, menginfakan hartanya sebagai anugerah Allah SWT.”

Dengan demikian Allah memberi gelar kehormatan langsung sebagai mukmin yang sebenarnya, berderajat tinggi dan mendapat ampunan serta rezeki yang mulia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 4)

Catatan ;
Jati diri yang sesungguhnya dari orang-orang yang beriman adalah memiliki tanda resonansi jiwa dalam diri mereka yang apabila disebut nama Allah meteka ;
1. Gemetar hatinya
2. Dan apabila dibacakan ayat-ayat- Allah kepada mereka, bertambah (kuat) imannya
3. dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,” ; yaitu) a) orang-orang yang melaksanakan sholat. b) dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki-nya.

Penegasan
– Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.
– Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya
– dan mendapat ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.”

Semoga Allah senantiasa membimbing kita menjadi orang-orang yang sebenar-benarnya beriman yang menegakkan ibadah serta mendapatkan ampunan dan rahmatnya.

Tinggalkan Balasan

Search