Dusun Nglencong, kaki utara Gunung Lawu yang selama ini dikenal sebagai basis dakwah Muhammadiyah sejak 1928, akan menjadi lokasi pertama program Rihlah Dakwah Media majelistabligh.id pada 26-27 September 2026. Awak media ini menyapa langsung warga persyarikatan hingga ke pelosok dusun.
Program yang digagas untuk mendekatkan dakwah media dengan jemaah di lapangan ini sengaja memilih Dusun Nglencong, Desa Kauman, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, karena wilayah tersebut memiliki tradisi pengajian yang telah mengakar puluhan tahun. Setiap Ahad Pahing, ratusan jemaah dari berbagai dusun dan desa di Kecamatan Sine berkumpul dalam pengajian yang dikenal dengan sebutan Ahad PahingMu.
“Kami akan menyapa warga di akar rumput,” kata Amsikul Ma’arif, penanggung jawab kegiatan Rihlah Dakwah Media ini.

Menurutnya, pengajian Ahad Pahing sudah menjadi ikon tersendiri bagi warga Muhammadiyah di wilayah itu. Jemaah datang dari berbagai penjuru, sebagian menumpang truk, naik pikap terbuka, bahkan berjalan kaki demi bisa hadir dan menimba ilmu agama. Semangat itu menjadi bukti bahwa meski berada di wilayah pelosok, dahaga masyarakat akan pengajian justru tumbuh subur.
Dalam kegiatan dua hari itu, panitia tidak hanya menggelar pengajian umum yang akan diisi oleh KH Abdul Basith, LC, M.Pd.I., Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, tetapi juga menyelipkan agenda bakti sosial berupa pembagian sejumlah “oleh-oleh” untuk warga setempat.
Menariknya, pengajian di kawasan ini bukan hanya berlangsung setiap Ahad Pahing. Hampir di setiap pekan pasaran, selalu ada majelis ilmu di titik yang berbeda-beda.

Selain di Masjid Almanar Nglencong yang menggelar kajian Ahad Pahing, ada pula kajian Ahad Kliwon di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Tulakan milik PCM Sine, kajian Ahad Pon di Masjid Al Hijrah Sine, hingga kajian Ahad Legi di Desa Ngrendeng, tepat di bawah kawasan pabrik teh Jamus.
Rangkaian pengajian berputar ini menjadikan denyut dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Sine nyaris tak pernah berhenti sepanjang pekan.
Jejak panjang dakwah di Nglencong juga tidak lepas dari peran para tokoh dan sesepuh lokal yang mewakafkan tanah serta asetnya demi berdirinya sarana ibadah dan pendidikan. Aktivitas keagamaan di sana hidup bukan sekadar lewat pengajian rutin dan pemurnian akidah, tetapi juga melalui organisasi otonom seperti Hizbul Wathan (HW) dan Pemuda Muhammadiyah yang terus menjaga regenerasi kader.
Bukti kokohnya persyarikatan di wilayah ini juga tampak dari sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berdiri dan berkembang baik. MIM Nglencong dikenal sarat prestasi di bidang keilmuan maupun olahraga. SMP Muhammadiyah 2 Ngawi yang juga berlokasi di Nglencong memiliki perkumpulan Tapak Suci dan Hizbul Wathan dengan segudang prestasi.
Sementara SD Muhammadiyah 1 Sine Kota, meski tergolong sekolah baru, telah mencuri perhatian warga dengan animo pendaftaran yang tinggi. Juga ada TK Aisyiyah Kauman.
Sedangkan di bidang kesehatan, juga berdiri Klinik Aisyiyah Sine yang setiap hari memberikan pelayanan pada warga setempat.
Melalui Rihlah Dakwah Media ini, majelistabligh.id berharap dapat merekam dan menyebarkan semangat dakwah dari akar rumput semacam ini, agar geliat Muhammadiyah di pelosok desa turut dikenal dan menginspirasi warga persyarikatan di wilayah lain. || chusnun
