RS Muhammadiyah Lamongan Gelar Pelatihan PPGD bagi Driver Mobil Siaga di Tuban

RS Muhammadiyah Lamongan Gelar Pelatihan PPGD bagi Driver Mobil Siaga di Tuban
www.majelistabligh.id -

Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi para driver mobil siaga di wilayah Kabupaten Tuban. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, pada Selasa (30/9/2025) dan diikuti oleh 40 driver mobil siaga yang berasal dari empat kecamatan, yaitu Plumpang, Palang, Widang, dan Rengel.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) RS Muhammadiyah Lamongan, khususnya dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas penanganan pra-rumah sakit (pre hospital care) bagi masyarakat yang membutuhkan layanan mobil siaga menuju fasilitas kesehatan.

Dalam sambutannya, Kepala Sie Pemerintahan Kecamatan Plumpang Nugroho, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih disampaikan kepada RS Muhammadiyah Lamongan yang telah menyelenggarakan kegiatan PPGD ini kepada para driver mobil siaga. Selanjutnya kepada para driver, hendaknya memanfaatkan momen ini sebaik mungkin, karena akan banyak ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur SDI dan AIK RS Muhammadiyah Lamongan, Rachmat Ardiyanzah Pua Geno, S.KM., M.Kes yang sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“PPGD ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para driver mobil siaga dalam menjalankan tugasnya mengantar masyarakat dari rumah atau puskesmas menuju ke rumah sakit. Harapannya, semakin meningkat kualitas keselamatan layanan pra-rumah sakit. Para driver juga akan mendapatkan pembekalan langsung dari instruktur Disaster Medic Committee RS Muhammadiyah Lamongan yang sudah tersertifikasi,” ungkapnya.

Dalam proses pelatihan, para peserta mendapatkan materi dasar mengenai pertolongan pertama pada pasien atau korban, termasuk prinsip keselamatan diri, evaluasi kondisi korban, teknik lifting & moving yang benar untuk mencegah cedera, hingga penggunaan berbagai alat bantu seperti long spine board dan sebagainya.

Selain teori, peserta juga melakukan praktik langsung tentang gerakan pemindahan korban, baik dalam kondisi darurat, mendesak, maupun non-darurat. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menyelamatkan nyawa, mencegah perburukan cedera, serta memastikan keselamatan penolong maupun korban.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para driver mobil siaga di Kabupaten Tuban semakin siap, sigap, dan terampil dalam memberikan pertolongan pertama serta mendukung keselamatan pasien sebelum sampai ke rumah sakit. (bagus pribadi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search