Saatnya Melepaskan Cemas, Merangkul Keyakinan

*) Oleh : HM. Arif An, SH, MH
Wakil Ketua PDM Kota Surabaya
www.majelistabligh.id -

Jika yakin bahwa setiap manusia telah ditetapkan segala sesuatu apa yang akan diamanahkan dan apa yang akan diambil darinya, maka janganlah pernah risau dengan apa yang akan terjadi.

Takkan terambil apa yang memang menjadi hak miliknya dan takkan pernah didapat apa yang memang bukan menjadi haknya, karena pasti akan kembali jika terambil haknya dan pasti akan terambil jika bukan haknya, meskipun dalam bentuk dan waktu yang berbeda.

Ikhtiarlah dengan cara yang benar dan baik untuk kehidupan dunia yang sebentar ini, niscaya akan lebih menenangkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah telah menyatakan dalam Surah Al-Baqarah 286:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Ini mengingatkan kita bahwa setiap ujian dan amanah yang diberikan kepada kita adalah sesuai dengan kapasitas yang kita miliki.

Ketika kita menghadapi kesulitan, percayalah bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya. Dengan keyakinan ini, kekhawatiran akan masa depan bisa berkurang, dan kita bisa lebih fokus pada usaha yang terbaik yang dapat kita lakukan.

Dalam Surah Al-Imran:145

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

” Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik itu kehilangan maupun mendapatkan, adalah bagian dari ketentuan-Nya.

Kita harus percaya bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah hak milik kita yang telah ditentukan dan jika ada yang terambil, ingatlah bahwa Allah pasti akan menggantikannya dengan yang lebih baik, sesuai dengan hikmah-Nya.

Selain itu, berusaha dengan cara yang baik dan benar sangat penting dalam hidup ini.

Allah dalam Surah Al-Mulk: 2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Ini menjadi pengingat agar kita selalu berusaha untuk melakukan amal yang baik, karena semua yang kita lakukan akan tercatat dan akan ada balasannya di akhirat nanti.

Dengan cara berusaha yang baik, kehidupan kita di dunia akan terasa lebih tenang dan bermakna.

Akhirnya, mengingat segala sesuatu yang kita miliki adalah karunia dari Allah, bersyukurlah selalu.

Dalam Surah Ibrahim: 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkar, sungguh, azab-Ku sangat pedih.”

Dengan sikap syukur, kita dapat menjalani hidup ini dengan lebih lapang dan berbahagia, serta siap menerima segala ketetapan-Nya. (*)

Tinggalkan Balasan

Search