”Health is the quietest treasure; it only makes a sound when we start to lose its function.”
“(Sehat adalah harta yang paling sunyi, ia baru terdengar suaranya saat kita mulai kehilangan fungsinya)”
Kita sering menganggap kesehatan sebagai hal yang biasa, sampai akhirnya penyakit datang menyapa. Padahal, tubuh kita adalah amanah yang harus dijaga. Sakit bukan sekadar ujian fisik, melainkan “alarm” spiritual agar kita berhenti sejenak, merenung, dan kembali mendekat kepada Allah SWT.
Di balik setiap rasa perih, tersimpan kasih sayang Tuhan. Bagi jiwa yang sabar dan ikhlas, rasa sakit adalah cara Allah menggugurkan dosa-dosa kita. Jangan menunggu sakit untuk mulai menghargai nikmat sehat. Syukurilah setiap helaan napas yang lega hari ini, karena tubuh yang bugar adalah modal utama untuk menebar kebaikan sebelum masa lemah itu tiba. Allah SWT berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (Qs. Ibrahim: 7)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa syukur adalah kunci pembuka pintu nikmat yang lebih besar, sementara mengabaikan nikmat (kufur) hanya akan menjauhkan kita dari keberkahan.Rasulullah SAW juga mengingatkan kita dalam sebuah hadis yang sangat menyentuh:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Artinya:
”Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: (1) Masa mudamu sebelum masa tuamu, (2) Sehatmu sebelum sakitmu, (3) Kayamu sebelum miskinmu, (4) Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)
Nasihat ini adalah pengingat agar kita tidak menunda ketaatan. Gunakanlah kesehatan dan kesempatan yang ada saat ini sebelum datangnya uzur atau hambatan.
Jadi, sakit adalah cara Tuhan membersihkan jiwa. Jika kita menerimanya dengan rida, ujian raga ini akan bertransformasi menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di sisi-Nya.
Semoga bermanfaat.
