Satu Rasa dari Jawa Timur untuk Sumatera: Persaudaraan Tanpa Sekat Pulihkan Langkat dan Tamiang

Satu Rasa dari Jawa Timur untuk Sumatera: Persaudaraan Tanpa Sekat Pulihkan Langkat dan Tamiang
www.majelistabligh.id -

Jarak ribuan kilometer antara Pulau Jawa dan Sumatera tidak menjadi penghalang bagi rasa kemanusiaan untuk saling bertaut. Dalam sebuah pertemuan penuh kehangatan di Kantor Bupati Langkat, Rabu (14/1/2026), rombongan dari Jawa Timur menyerahkan dukungan pemulihan senilai lebih dari Rp3 miliar serta armada operasional untuk membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah bencana, bangsa Indonesia tetap berdiri tegak dalam ikatan persaudaraan yang kokoh.

Ketua PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA menekankan, kehadiran relawan lintas provinsi ini adalah wujud nyata dari negara kesatuan yang tidak dipisahkan oleh suku maupun pulau.

“Muhammadiyah ini milik bangsa dan kemanusiaan. Bahkan warga non-muslim pun harus disapa karena penderitaan akibat banjir tidak melihat perbedaan agama,” tegas Prof. Hasyimsyah.

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi, yang membawa tim ahli mulai dari arsitek hingga tenaga medis, menyatakan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk memulihkan kembali denyut kehidupan masyarakat.

“Kami datang agar masyarakat merasa bahwa bencana ini tidak dihadapi sendirian. Ada empati dari warga lain yang jauh, tapi ikut merasakan pedih yang sama,” ungkap Ir. Tamhid.

Pemerintah Kabupaten Langkat menyampaikan apresiasi mendalam atas profesionalisme para relawan yang telah terjun sejak awal masa tanggap darurat. Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, H. Amril, S.Sos, MAP mengakui efektivitas manajemen bencana organisasi ini yang dinilai sangat maju.

“Kehadiran kawan-kawan relawan sudah kami rasakan manfaatnya secara langsung, terutama dalam akurasi data pengungsi hingga proses evakuasi di daerah terisolir,” kata H. Amril.

Apresiasi dari PDM Langkat dan Tamiang

Dukungan operasional berupa unit mobil rescue dan sepeda motor trail turut diserahkan untuk membantu mobilitas di medan yang berat. Ketua PDM Langkat, H. Abdi Sukamto, S.Ag, MSi menyampaikan rasa syukur atas kepedulian para donatur terhadap kondisi warga di wilayahnya.

Sementara itu, Ketua PDM Aceh Tamiang, Mukhlis, MT menegaskan, bantuan tersebut sangat krusial bagi pemulihan wilayah Tamiang yang sempat terendam lumpur dan material kayu.

“Bantuan ini telah dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Aceh Tamiang tanpa terkecuali,” ujar Mukhlis.

Aksi kepedulian ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memposisikan partisipasi masyarakat sebagai elemen vital dalam kemandirian bangsa menghadapi krisis.

Secara manajerial, transparansi penyaluran bantuan ini juga selaras dengan standar ISAK 35, yang menjamin setiap dana amanah publik dikelola secara akuntabel demi kemaslahatan umat. Gerakan ini membuktikan bahwa modal sosial berupa rasa saling percaya adalah fondasi utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana. (yusuf dwipa wijaya, lazismu Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Search