SD Muhammadiyah 22 Surabaya Galang Donasi Peduli Palestina, Siswa Baca Puisi Damai

www.majelistabligh.id -

Suasana haru dan semangat solidaritas memenuhi halaman SD Muhammadiyah 22 Surabaya pada Jumat (11/4/2025), saat para siswa menggelar aksi penggalangan donasi Peduli Palestina. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga sebagai sarana edukasi nilai-nilai perdamaian dan empati sejak usia dini.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 22, Listianah menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang saat ini melanda Gaza, Palestina. Menurutnya, inisiatif ini disambut antusias oleh para siswa, guru, dan orang tua murid, meski pemberitahuan hanya disampaikan satu hari sebelumnya.

“Alhamdulillah, meski persiapannya singkat, orang tua murid langsung bergerak cepat dan merespons dengan penuh keikhlasan. Total donasi yang terkumpul hingga selepas salat Jumat mencapai Rp13.660.000,” ungkap Listianah.

Ia menambahkan, penggalangan dana ini tidak hanya sekadar aksi solidaritas, namun juga bagian dari pendidikan karakter, terutama dalam menumbuhkan semangat perdamaian dan persaudaraan global di tengah konflik yang berkepanjangan.

Puisi dan Lagu Perjuangan Gema di Sekolah

Rangkaian acara diwarnai dengan pembacaan puisi bertema kemanusiaan dan perdamaian oleh siswa kelas 4C, Sofi, yang membacakan puisi berjudul “Indonesia dan Palestina”. Dengan suara lantang dan penuh semangat, Sofi menyuarakan harapan untuk kemerdekaan Palestina dan solidaritas umat Muslim dunia.

“Kita bersaudara dalam ikatan iman, membela hak-hak, melawan penindasan. Kita bersatu dalam doa dan harapan, agar Palestina merdeka, damai dan sejahtera,” lantun Sofi dalam puisinya.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan puisi-puisi lainnya yang dibacakan oleh siswa sebagai bentuk ekspresi cinta damai dan penolakan terhadap segala bentuk peperangan

Wali kelas 4C, Andi Hariyadi, turut memberikan edukasi kepada siswa tentang kondisi terkini di Gaza. Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Masjid Al-Aqsha pada tahun 2010 bersama sejumlah tokoh agama dari Surabaya.

“Bangsa Palestina adalah yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Maka sudah sepatutnya kita menunjukkan balas budi dengan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kekejaman Zionis Israel telah menimbulkan penderitaan luar biasa bagi warga sipil di Gaza. Anak-anak, perempuan, dan orang tua menjadi korban pembunuhan dan pengusiran massal. Fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat tinggal rata dengan tanah akibat serangan militer yang tak berperikemanusiaan.

“Warga Palestina sangat merindukan hidup damai, bebas dari dentuman bom dan suara tembakan. Kita harus terus menyuarakan keadilan dan kemerdekaan untuk mereka,” tegasnya di hadapan para siswa.

Kegiatan penggalangan dana ini juga menjadi bentuk dukungan nyata SD Muhammadiyah 22 Surabaya terhadap aksi kemanusiaan yang secara konsisten dilakukan oleh Muhammadiyah melalui Lazismu. Menurut Andi, bantuan yang terkumpul diharapkan benar-benar sampai ke tangan warga Palestina yang membutuhkan, khususnya mereka yang kelaparan dan kekurangan pasokan obat-obatan, air bersih, dan tempat tinggal.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke kelas-kelas lain, termasuk kelas 5C, serta pembacaan puisi dan nyanyian perjuangan Palestina sebagai simbol semangat perdamaian dan penghentian konflik.

SD Muhammadiyah 22 Surabaya membuktikan bahwa nilai-nilai solidaritas dan kemanusiaan bisa ditanamkan sejak dini, dengan semangat kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua. Harapannya, aksi ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut serta peduli terhadap isu-isu global yang menyangkut kemanusiaan dan keadilan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search