Sebanyak 50,01% Jemaah Reguler Tiba di Madinah, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan

www.majelistabligh.id -

Proses keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data Siskohat pada Jumat (16/5) pukul 11.30 Waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 101.678 jemaah atau 50,01% dari total kuota reguler telah tiba di Kota Madinah.

Dari angka tersebut, sebanyak 21.930 jemaah adalah lansia, mewakili 21,56% dari total jemaah yang telah datang. Hal ini menjadikan pelayanan terhadap jemaah lansia sebagai salah satu fokus utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Proses pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah sudah memasuki hari ketujuh. Sejauh ini, 102 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan, dengan total 39.673 jemaah telah tiba di Makkah.

Hari ini saja, enam kloter diberangkatkan dari berbagai embarkasi, membawa 2.291 jemaah termasuk 458 lansia. Perjalanan akan ditutup oleh kloter JKS 31 dari embarkasi Jakarta Pondok Gede pada pukul 21.00 WAS.

Sementara itu, seiring dengan makin meningkatnya kedatangan jemaah di Tanah Suci, Kementerian Agama terus memperkuat layanan ibadah haji Indonesia dengan pengawasan intensif.

“Pengawasan ini untuk memastikan jemaah tersenyum di awal, tengah, dan akhir ibadah haji. Itu arahan Menteri Agama yang kami pegang,” ujar Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunnas, dalam konferensi pers, Jumat (16/5/2025).

Sebanyak 14 tim Inspektorat Jenderal telah diterjunkan ke seluruh embarkasi di Indonesia. Pengawasan dilakukan sejak masa pra-operasional dengan fokus pada kesiapan asrama haji dan mitigasi risiko layanan.

Menjelang puncak haji, tingginya suhu udara di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah. Data dari The Weather Channel menunjukkan suhu di Makkah telah mencapai 42°C pada siang hari dengan kelembapan hanya 11%. Sementara itu, di Madinah suhu menyentuh 41°C, disertai kelembapan 10% dan angin berkecepatan hingga 26 km/jam.

Indeks UV di kedua kota juga tergolong ekstrem, meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan, terutama bagi jemaah lansia. Petugas haji mengimbau jemaah untuk tetap terhidrasi, menghindari paparan langsung sinar matahari, serta memanfaatkan area berpendingin untuk beristirahat.

Kabar duka juga datang dari Tanah Suci. Hingga Jumat siang, 17 jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat, terdiri dari 11 laki-laki dan 6 perempuan. Sebagian besar merupakan lansia yang memiliki penyakit penyerta.

Pemerintah dan petugas haji terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam pendampingan kesehatan dan manajemen energi jemaah.

Dengan lebih dari separuh jemaah tiba di Madinah dan puluhan ribu lainnya telah berpindah ke Makkah, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi optimal untuk mengikuti puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dalam beberapa pekan mendatang. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search