Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung menggelar Apel Milad Muhammadiyah ke-113 dengan mengangkat tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa digelar di halaman sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) pada Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini diikuti segenap PCM, Majelis Dikdasmen PCM Wiyung, para Pimpinan Ortom (Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Hizbul Wathan) se-cabang Wiyung. Hadir juga para kepala sekolah dan guru karyawan perguruan Muhammadiyah Wiyung (DHM, TK Aisyiyah 31, SD Muhammadiyah 15, SMP Muhammadiyah 17, SMA Muhammadiyah 9), kepala LKSA KH Mas Mansyur dan Aisyiyah Wiyung.
Sesuai rundown acara apel pagi ini berkumpul di halaman sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) pukul 06.30 WIB. Komandan upacara Mationo MA setelah tiba di lokasi mengarahkan agar seluruh petugas upacara bersiap di tempat sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Setelah berkumpul semua baik petugas apel dan maupun peserta serta tamu undangan, master of ceremony (MC) memulai apel. Masing-masing pemimpin pasukan menyiapkan pasukannya, selanjutnya sebagai pembina Apel Milad Muhammadiyah Ke-113 memasuki lapangan Apel. Laporan komandan Apel Milad Muhammadiyah ke-113 kepada pembina Apel bahwa Apel siap dilaksanakan.
Ketua PCM Wiyung Suri Marzuki SE dalam amanatnya, menyampaikan terimakasih atas kehadiran seluruh peserta Apel Milad Muhammadiyah ke-113, tamu undangan dan yang beda dari biasanya. Tahun ini PCM Wiyung mengundang 10 tokoh Muhammadiyah Wiyung yang telah memberikan kontribusinya terhadap perkembangan Muhammadiyah Wiyung.
Dalam amanatnya Abah Suri menyampaikan Milad ke-113 Muhammadiyah, tahun ini mengambil tema “ Memajukan Kesejahteraan Bangsa ” mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk memperjuangkan kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan tema tersebut, Muhammadiyah menegaskan pentingnya peran organisasi dalam menciptakan kondisi sosial, ekonomi, dan spiritual yang adil dan merata.
“Tahun ini fokusnya pada penguatan ekonomi, sosial, pendidikan, Kesehatan, dan pengembangan komunitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan, sehingga kemakmuran dapat dirasakan oleh semua, tanpa
terkecuali,” ungkapnya penuh semangat.
Milad tahun ini berada dalam dinamika kehidupan kebangsaan yang kompleks dan menuntut kesadaran kolektif untuk secara terus menerus mewujudkan citacita nasional, yaitu Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Muhammadiyah yang sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun
Negara Kesatuan Republik Indonesia, meneguhkan komiten kebangsaannya yang berbasis pada dasar nilai ke Islaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia sejalan dengan cita-cita Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur.
“Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Allah SWT, Yang Maha Pengampun,” tutur Abah Suri, panggilan akrabnya.
Muhammadiyah terus berkiprah secara sentrifugal menjadi pelopor kemajuan. Di sebagian kawasan terjauh, ketika negara dan ormas lain belum hadir, Muhammadiyah hadir membuka jalan baru perubahan. Gerak Muhammadiyah itu menebar kemaslahatan bagi seluruh warga, bangsa tanpa mengenal batas agama, suku, ras, golongan, dan sekat-sekat sosial-politik.
Kiai Ahmad Dahlan, pada 113 tahun yang lalu berpesan kepada para pemimpin Persyarikatan, agar menjadi pemimpin kemajuan Islam. Menjadi pemimpin pergerakan, yang menghidupkan etos kemajuan dan pembaruan Muhammadiyah luar dan dalam. Menjadi para pemimpin penggerak yang berpikiran, bersikap, dan bertindak sejalan dengan Risalah Islam Berkemajuan.
“Kami Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung menyampaikan terimakasih yang sedalam dalamnya atas segala kiprah dan pengkhidmatan tak kenal lelah dari seluruh Panitia, Anggota, Kader, dan segenap pimpinan di berbagai tingkatan. Dan bagi anggota dan penggerak Muhammadiyah dimanapun berada yang saat ini sedang sakit atau terkena musibah kita doakan diberi kesembuhan dan keringanan oleh Allah SWT. Tanpa perjuangan yang ikhlas dari seluruh anggota dan penggerak yang berkhidmat sepenuh jiwa dan raga itu, maka Muhammadiyah tidak akan menjadi organisasi Islam berkemajuan yang besar seperti sekarang ini,” jelasnya.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Berkah, Rahmat, Ridha, dan Anugerah-Nya bagi kita Warga Muhammadiyah, kaum muslimin, bangsa Indonesia, dan seluruh umat manusia di muka bumi ini, yang senantiasa beriman kepada-Nya Aamiin. Demikian mohon maaf atas segala kekilafan, Nashrun min Allah Wa fathun Qarib Wabasiril Mu’minin,” doa Abah Suri sambil berpamitan.
Apel Milad Muhammadiyah ke-113 dilanjutkan pemberian kenang-kenangan kepada 10 tokoh inspiratif PCM Wiyung, pendirian IPM KIDS SD Muhammadiyah 15 Surabaya oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah IPM Jawa Timur bersama Pimpinan Daerah IPM Surabaya dan Pimpinan Cabang IPM Wiyung.
“Usai peresmian IPM KIDS SDM Limas diharapkan seorang pemimpin di IPM KIDS SDM Limas harus menjadi kader yang baik, menjadi suri tauladan, kader yang militan dan yang berakhlak mulia,” kata Rizki Mubarak Daha Bendahara Umum PW IPM Jawa Timur.
Apel Milad ke-113 Muhammadiyah tahun ini diakhiri dengan penampilan kreatifitas murid SDM 15, SMPM 17, SMAM 9 dan kreatifitas ustadz ustadzah lainnya. (ali shodiqin)
