Segigih apapun kita mengejar sesuatu, yang bukan untuk kita, selamanya tak akan pernah menjadi milik kita.
Segila apapun usaha kita dalam mendapatkan dia, jika tak pernah tertulis dalam takdir kita,
kita sendiri yang akan menjauh dari kehidupannya.
Setiap usaha memiliki batas, dan
setiap perjuangan punya akhir yang harus diterima dengan lapang.
Akui saja kekalahan, lalu bangkitlah meski luka itu harus kita bawa.
Jika itu milik kita, dalam dimanapun dia akan datang menemui kita,
tapi jika itu memang bukan untuk kita sekalipun melawan seisi dunia, dia sendiri yang akan pergi meninggalkan kita.
Allah Wa Ta’ala berfirman:
“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) dan di sisiNyalah terdapat Ummul- Kitab (Lauhul Mahfuzh).”
(QS. Ar-Ra’d: 39)
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka- sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap- tiap sesuatu.”
(QS. At-Talaq: 3)
Insyaa Allah bermanfaat.
