Seni Kehilangan: Memperkuat Iman, Melepaskan Dunia

Seni Kehilangan: Memperkuat Iman, Melepaskan Dunia
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Humans are travelers who carry what they have with them, and the world is a stopover that provides a deposit to be accounted for”
“(Manusia adalah pengembara yang membawa bekal seadanya, dan dunia adalah persinggahan yang menyediakan titipan untuk dipertanggungjawabkan)”

​Seiring bertambahnya usia dan kematangan jiwa, seorang mukmin akan menyadari satu kebenaran fundamental, dunia dan isinya hanyalah titipan yang fana. Kekuatan sejati terletak pada keimanan, yang menjadi harta paling berharga, bahkan di atas persahabatan terdekat sekali pun.​ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ
Artinya:
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (Qs. An-Nahl: 96)

​Ayat ini, menurut ahli tafsir, adalah cerminan bagi manusia agar tidak terlalu terikat pada hal-hal duniawi, termasuk hubungan antar manusia yang sifatnya sementara. Semua yang ada di dunia pasti akan hilang, kecuali amal baik dan apa yang dilakukan semata karena Allah. Maka, ketika sahabat atau relasi menjauh, kita belajar untuk melepaskannya dengan ikhlas, sebab itu hanyalah siklus fana.

​Fokus kita harus tertuju pada hubungan yang abadi. Rasulullah SAW bersabda,
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Artinya:
Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya (di akhirat).” (HR. Bukhari No. 6169 dan Muslim No. 2640)

​Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah berteman dengan orang-orang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” Ini menunjukkan bahwa jika persahabatan didasari iman dan takwa, ia akan kekal. Namun, persahabatan yang semata-mata didasari dunia, justru akan bermusuhan di akhirat, sebagaimana firman Allah swt,
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya:
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Qs. Az-Zukhruf: 67)

Jadi, kebijaksanaan hidup adalah mengubah fokus dari takut kehilangan apa pun selain Allah, menjadi takut kehilangan iman. Melepaskan keterikatan dunia, termasuk hubungan yang mulai pudar, adalah langkah ikhlas menuju kemerdekaan jiwa, demi menjaga harta teragung iman dan takwa.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search