Seni Menemukan Kedamaian Hati

Seni Menemukan Kedamaian Hati
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”A calm heart is the most powerful source of strength”
(“Hati yang tenang adalah sumber kekuatan yang paling dahsyat”)

​Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengibaratkan hati manusia layaknya sebuah cermin. Jika cermin itu tertutup debu syahwat dan amarah, ia tak akan mampu memantulkan cahaya kebenaran. Itulah mengapa, saat hati kotor, hidup kita sering kali terasa gelisah dan kehilangan arah.

​Sebenarnya, kedamaian hati adalah sebuah kondisi batin yang tenteram suatu ruang di mana kita merasa bebas dari kegelisahan berlebih, kekhawatiran masa depan, maupun konflik batin yang melelahkan.

​Sering kali, dunia terasa begitu berat hanya karena kita terlalu terpaku pada masalah yang ada. Padahal, saat kita mengalihkan fokus dan kembali kepada Allah, kita akan menyadari bahwa sebesar apa pun masalah kita, ia tetaplah kecil di hadapan kebesaran-Nya.

​Langkah awal menuju ketenangan itu sederhana: akuilah setiap kekhilafan dan segera basahi lisan dengan dzikir. Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan hal ini dalam firman-Nya:
​الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
​Artinya:
Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Qs. Ar-Ra’d: 28).

​Imam Ibnu Katsir turut menjelaskan bahwa hati manusia secara alami akan merasa damai dan bahagia ketika ia “pulang” mendekat kepada Allah. Ketenangan inilah yang disebut sebagai As-Sakinah, sebagaimana firman-Nya:
​هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ
​Artinya:
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan di atas keimanan mereka yang telah ada.” (Qs. Al-Fath: 4)

​As-Sakinah bukan sekadar rasa tenang biasa, melainkan anugerah istimewa dari Allah bagi mereka yang beriman agar jiwanya semakin kokoh dalam menghadapi ujian hidup.

​Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search