Seni Menepi: Menemukan Kebahagiaan Dalam Jeda

Seni Menepi: Menemukan Kebahagiaan Dalam Jeda
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Life is not a race, but a journey to be enjoyed every step of the way.”
“(Hidup bukanlah perlombaan lari, melainkan perjalanan untuk dinikmati di setiap langkahnya)”

​Dunia yang serba cepat sering kali memaksa kita untuk terus berlari tanpa henti, hingga terkadang kita lupa caranya bernapas dengan tenang. Kita terjebak dalam pusaran ambisi yang melelahkan, seolah-olah kebahagiaan hanya tersedia di garis finis. Padahal, jiwa manusia sangat membutuhkan jeda untuk kembali mengenali jati dirinya.

​Ramadan hadir sebagai “rem darurat” yang indah. Di bulan suci ini, kita diajak untuk melambat, membatasi kebisingan urusan duniawi, dan memfokuskan diri pada ketenangan batin.

Menikmati hidup bukan berarti berleha-leha, melainkan memberikan hak bagi jiwa untuk bersyukur dalam kesunyian yang bermakna. Allah SWT mengingatkan bahwa kesibukan dunia dapat melalaikan manusia dari tujuan hakikinya. Allah SWT berfirman:
​أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُۙ. حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
​Artinya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (Qs. At-Takasur: 1-2)

​Ayat ini merupakan teguran halus bagi manusia yang menghabiskan usianya hanya untuk menumpuk harta dan pencapaian semu, tanpa sempat menikmati hakikat penghambaan kepada-Nya. Rasulullah SAW pun bersabda mengenai pentingnya menghargai keseimbangan hidup:
​نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
​Artinya:
“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh banyak manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari No. 6412)

​Jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Nikmatilah setiap detik ibadah sebagai bentuk syukur yang tulus, bukan sekadar rutinitas tanpa makna.

​Semoga bermanfaat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Search