Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Kalimantan Timur secara resmi berpamitan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltim sebelum mengikuti Muktamar XXIV IPM yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan silaturahim tersebut berlangsung pada Sabtu (31/1/2026), di Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah, Batu Besaung, Samarinda.
Rombongan PW IPM Kaltim dipimpin langsung oleh Ketua PW IPM Kaltim Muhammad Indra, didampingi Sekretaris Bukhari serta beberapa anggota. Mereka diterima oleh jajaran PWM Kaltim yang dipimpin Ketua PWM Kaltim KH Siswanto, bersama Sekretaris Amir Hady, Bendahara Masumi, serta sejumlah wakil ketua dan wakil sekretaris.
Dalam laporannya, Muhammad Indra menyampaikan maksud kedatangan PW IPM Kaltim adalah untuk melaporkan kesiapan organisasi sekaligus memohon doa restu PWM Kaltim menjelang keberangkatan mengikuti Muktamar XXIV IPM yang dijadwalkan berlangsung pada 5–8 Februari 2026.
“Kepada ayahanda, kami mohon doa dan pamit akan ikut Muktamar XXIV IPM di Makassar, Sulawesi Selatan,” ujar Muhammad Indra di hadapan jajaran PWM Kaltim.
Ia menjelaskan, total rombongan IPM Kalimantan Timur yang akan diberangkatkan berjumlah 47 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang merupakan utusan PW IPM Kaltim, sementara selebihnya adalah perwakilan dari Pimpinan Daerah IPM se-Kalimantan Timur.
Menurut Indra, keikutsertaan IPM Kaltim dalam muktamar nasional ini bukan sekadar memenuhi kewajiban organisasi, melainkan juga sebagai wujud tanggung jawab kader dalam menentukan arah gerak IPM ke depan. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa salah satu personalia PW IPM Kaltim berpeluang masuk sebagai formatur Pimpinan Pusat IPM periode mendatang.
“Insyaallah, salah seorang dari personalia PW IPM Kaltim akan masuk sebagai formatur PP IPM periode yang akan datang,” ungkapnya.
Ketua PWM Kaltim KH Siswanto menyambut baik kedatangan PW IPM Kaltim dan menyampaikan apresiasi atas kesiapan yang telah dilakukan. Ia menilai muktamar merupakan forum strategis yang harus dijalani dengan penuh kedewasaan dan tanggung jawab.
“Bermuktamar dan bermusyawarah itu harus bermartabat, beradab, dan berakhlak karimah. Jangan sampai ada kericuhan yang justru mencoreng nama baik Muhammadiyah,” tegasnya.
Sekretaris PWM Kaltim Amir Hady menambahkan dan menekankan pentingnya IPM untuk tetap berpijak pada jati diri sebagai organisasi pelajar. Menurutnya, kata “pelajar” dalam IPM bukan sekadar nomenklatur, tetapi identitas ideologis yang harus dijaga.
“Ingat kata ‘pelajar’ dalam IPM. Fokuslah pada sifat dan karakter pelajar. Jangan sampai melewati domain pelajar dan justru lupa pada pelajar yang sedang menuntut ilmu di sekolah-sekolah Muhammadiyah,” tegasnya.
Ia menilai, IPM memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesinambungan kader Muhammadiyah. Karena itu, setiap keputusan dan program yang dihasilkan muktamar harus selaras dengan tujuan pendidikan dan dakwah persyarikatan.(ay.1)
