Silaturahmi keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung Kota Surabaya menghadirkan Prof. Dr. H. Biyanto MAg, Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Ahad (12/4/2026) di Masjid At Taqwa Perguruan Muhammadiyah Wiyung.
Kegiatan yang mengangkat tema Satukan Tekad Raih Kemenangan Lejitkan PCM Wiyung BerGeMa (Bergerak dan Maju) diikuti segenap PCM Wiyung, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Wiyung, Pimpinan Ortom, Pimpinan dan anggota Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah cabang Wiyung, Kepala Sekolah dan Guru Karyawan (Daarul Huufad, TK ‘Aisyiyah 31, SDM 15, SMPM 17 dan SMAM 9), Kepala dan karyawan LKSA KH Mas Mansyur dan ‘Aisyiyah, dan segenap Takmir Masjid/Musholla cabang Wiyung, serta simpatisan Muhammadiyah Wiyung.
Ketua PCM Wiyung. H. Suri Marzuki, SE. mengajak hadirin menyatukan tekad raih kemenangan dengan melejitkan pimpinan cabang Wiyung BerGema (Bergerak dan Maju) sebagaimana yang telah kita rumuskan. “Harapan kami mari kita dukung, agar program kerja tersebut bisa terlaksana dengan baik,” seru Abah Suri, panggilan akrabnya sambil tersenyum.
Selanjutnya Prof Bi, panggilan akrabnya, menyampaikan, halalbihalal merupakan tradisi berkumpul bersama, baik untuk bertemu maupun untuk makan bersama. “Ini termasuk budaya atau syariat?” tanya Prof Biyanto, banyak yang jawab,”budaya.”Jika budaya itu baik, maka mari kita lanjutkan,” ujarnya.
Dalam Al Qur’an Surat An-Nisa ayat 59 memerintahkan orang beriman untuk taat kepada Allah, Rasul (Nabi Muhammad SAW), dan Ulil Amri (pemimpin/pemegang kekuasaan). Jika terjadi perselisihan, perkara wajib dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah… Ulil Amri pada masa Khalifah dulu mendapatkan amanah sebagai pemimpin di pemerintah dan agama.
“Di Persyarikatan Muhammadiyah sebagai anggota Muhammadiyah, kita harus mengikuti instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan suci Ramadan, penentuan Idulfitri sesuai KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal), maka kita harapkan PCM Wiyung mengadakan kajian KHGT, agar kita faham dan mengerti bersama,” ajaknya.
Sisi lain, Prof Biyanto memberikan pencerahan dalam Al Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 133-134 berisi perintah untuk bersegera menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi bagi orang bertakwa. Ciri orang bertakwa tersebut adalah berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain.
Di tengah masyarakat kita, ada istilah mudik kultural dan mudik spiritual… Mudik kultural merupakan tradisi kembali asal mula kehidupan kita, sedangkan mudik spiritual yaitu kembali ke rumahnya Allah Subhanallahu Wataala. Kemudian ia juga menyinggung bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan ini, dengan menahan diri dari amarah, dan memberikan maaf, serta berbuat ikhsan. (ali shodiqin)
