Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Purwokerto Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal keberlangsungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) melalui perpaduan penguatan spiritual dan aksi filantropi yang nyata.
Dalam upaya menjaga kesehatan mental dan spiritual kader, kajian rutin yang digelar di Masjid Al Haq Bata Merah ini menghadirkan Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, Ust. M. Sugeng, M.Pd.I.
Membawakan tema “Kunci Ketenangan dan Ketentraman Jiwa”, Ust. Sugeng menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak bersumber dari materi, melainkan kebersihan hati. Ustadz M Sugeng lantas merangkum 10 resep utama untuk mencapai jiwa yang muthmainnah:
* Padamkan Api Kebencian: Mengedepankan keadilan meski terhadap pihak yang tidak disukai (QS. Al-Maidah: 8).
* Istighfar sebagai Solusi: Mengubah keluhan menjadi doa (QS. Al-Ma’arij: 19-22).
* Kesederhanaan: Hidup bersahaja meski memiliki kemampuan materi tinggi.
* Husnudzon: Menjaga pikiran tetap positif di setiap situasi (QS. Al-Hujurat: 12).
* Sedekah Senyum: Menjaga keramahan meski dalam kondisi sulit.
* Mental Memberi: Gemar berbagi baik dalam lapang maupun sempit (QS. Ali Imran: 134).
* Doa dalam Diam: Tulus mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka.
* Hindari Iri Dengki: Rida atas ketetapan rezeki dari Allah (QS. An-Nisa: 32).
* Pemaaf yang Ihsan: Membebaskan diri dari belenggu dendam masa lalu.
* Menjaga Ukhuwah: Menghindari perpecahan demi kedamaian bersama (QS. Ali Imran: 103).
Tak sekadar retorika, nilai-nilai spiritual tersebut langsung diimplementasikan melalui aksi sosial. Pasca-pengajian, PCA Purwokerto Selatan menyerahkan tali asih kepada 21 guru honorer non-sertifikasi serta penjaga KB dan TK ABA se-Purwokerto Selatan.
Ketua PCA Purwokerto Selatan, Dra. Tavi Rochidati menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para penggerak AUM.
“Kami ingin membangun ikatan batin yang kuat. Guru dan penjaga sekolah harus merasakan bahwa organisasi (‘Aisyiyah) hadir dan mendukung penuh perjuangan mereka,” tegas Dra. Tavi.
Menariknya, program pemberian tali asih ini telah berjalan konsisten selama 10 tahun. Konsistensi selama satu dekade ini menjadi bukti bahwa ‘Aisyiyah Purwokerto Selatan tidak hanya fokus pada dakwah lisan, tetapi juga sangat memperhatikan kesejahteraan para ujung tombak pendidikan di lapangan.
Sinergi antara Majelis Tabligh dan gerak sosial ini diharapkan dapat membawa AUM di Purwokerto Selatan semakin unggul dan berkemajuan, sekaligus menjadi model dakwah yang menyentuh akar rumput. (Agus Salim – Ketua PCPM Purwokerto Selatan)
