SMK Muhammadiyah 7 (SMKM 7) Gondanglegi, yang dikenal sebagai sekolah rujukan nasional, kembali memperkuat sinergi antara sekolah dengan keluarga melalui agenda rutin kajian Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) keliling dua bulanan. Kali ini kajian mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman yakni, “ Rumah menjadi Madrasah Etos Kerja”, Ahad (12/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PTK serta keluarga, yang bertujuan untuk mengubah persepsi bahwa rumah hanyalah tempat untuk beristirahat. Namun sebaliknya, rumah merupakan laboratorium pertama dalam membentuk karakter dan etos kerja PTK.
Kajian kali ini dilaksanakan bertempat di rumah Bapak Alif, selaku tuan rumah. Para PTK yang hadir bersama keluarganya nampak senang dan bahagia, apalagi acara kajian dikemas dengan santai sehingga keakraban antarkeluarga terlihat jelas dari raut wajah serta canda tawa yang terdengar.
Hadir sebagai narasumber utama yakni Ustaz Hanif Asyhar, M. Pd. Dalam paparannya yang mendalam, ia menyampaikan pentingnya sinergi antara lingkungan domestik (rumah) dan profesionalisme (sekolah). Rumah bukan sekadar tempat bernaung secara fisik semata, melainkan sebuah institusi pendidikan pertama (madrasah) yang membentuk mentalitas kerja seseorang.
Landasan Spiritual: Kerja sebagai Manifestasi Iman (Penghambaan)
Ustadz Hanif mengawali kajian dengan mengutip Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 105:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya, “ Bekerjalah kamu, maka Allah SWT akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan “. (QS. At-Taubah: 105).
Ditambahkannya, ayat ini merupakan seruan bagi setiap Muslim untuk memiliki etos kerja yang tinggi. “Produktivitas kita di rumah merupakan cerminan dari kualitas iman kita. Jika di rumah kita terbiasa disiplin dan amanah, maka di tempat kerja hal itu akan muncul secara natural,” jelas Ustadz Hanif.
Ustaz Hanif juga memperkuat argumennya dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang itqan, yakni kecintaan Allah kepada hamba yang melakukan pekerjaannya secara profesional dan bersungguh-sungguh. :
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Artinya, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara itqan (Profesional, tekun, tuntas, dan berkualitas). (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).
Perspektif Akademik dan Praktis.
Secara akademik, Ustaz Hanif, yang juga seorang Praktisi Parenting Nasional dan Konsultan Pendidikan ini mengaitkan etos kerja dengan teori pembentukan karakter. Ia memaparkan bahwa produktivitas bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan akumulasi dari kebiasaan (habit) yang dibangun di lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Rumah harus menjadi laboratorium produktivitas. Anak-anak melihat bagaimana orang tuanya mengelola waktu, menyelesaikan tanggung jawab, serta menjaga integritas. “Inilah esensi Rumahku Madrasahku,” jelasnya seraya mendorong para PTK SMK Mutu untuk menciptakan ekosistem rumah yang suportif dan budaya literasi yang kuat.
Sinergi Vokasi dan Karakter
Kepala SMKM 7 Gondanglegi, Munali, MPd dalam sambutannya menyampaikan, sekolah vokasi membutuhkan kedisiplinan tinggi. Kehadiran Ustaz Hanif Asyhar diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru bagi keluarga besar sekolah agar pendidikan karakter tidak terputus saat siswa pulang ke rumah.
Kajian ini diakhiri, dengan sesi tanya jawab yang hangat. Para peserta tampak antusias mendiskusikan cara menyelaraskan tuntutan pekerjaan dengan peran pendidikan di rumah. Melalui kegiatan ini, SMKM 7 Gondanglegi membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga insan yang memiliki etos kerja unggul yang berakar dari nilai-nilai keluarga dan agama. (*/tim)
