“Make prayer as a helper in every difficulty”
“(Jadikan salat sebagai penolong dalam setiap kesulitan)”
Berapa banyak di antara kita yang telah ribuan kali rukuk dan sujud dalam salat, namun tidak pernah memanfaatkan momen ini untuk memohon kepada Allah? Sering kali, salat kita hanya menjadi formalitas belaka—takbir, rukuk, sujud, salam, selesai. Padahal, salat adalah momen di mana kita bisa memohon solusi atas segala permasalahan hidup. Allah menanti kita, seolah bertanya, “Wahai hamba-Ku, apa masalahmu?”
Salat lima waktu adalah anugerah agar hidup kita terasa ringan. Dari Subuh ke Dzuhur, mungkin ada masalah yang muncul. Begitu tiba waktu Dzuhur, kita sholat dan memohon, maka masalah itu akan tuntas. Demikian pula dari Dzuhur ke Ashar, jika ada persoalan, kita sholat Ashar dan Allah akan menjawabnya.
Inilah mengapa para nabi, rasul, dan orang-orang sholeh selalu menjadikan sholat sebagai solusi utama dalam hidup mereka. Ketika menghadapi persoalan, mereka akan memulai dengan sholat dan memohon kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
Artinya:
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (Qs. Al-Baqarah: 45)
Ayat ini mengajarkan pentingnya meminta pertolongan kepada Allah melalui kesabaran dan shalat, serta menjelaskan bahwa shalat merupakan beban berat kecuali bagi mereka yang khusyuk atau memiliki keyakinan kuat akan pertemuan dengan Allah SWT.
Sholat bukan hanya kewajiban, tapi juga jembatan untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Jadikan sholat sebagai tempat kita mengadu, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Semoga bermanfaat.
