Spirit Silaturahmi: Merajut Kembali Persaudaraan yang Terputus

Spirit Silaturahmi: Merajut Kembali Persaudaraan yang Terputus
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Apologizing is a form of courage, but giving forgiveness is proof of the highest nobility of heart.
​”(Meminta maaf adalah bentuk keberanian, namun memberi maaf adalah bukti kemuliaan hati yang paling tinggi)”

​Momentum Syawal bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan jembatan emas untuk memperbaiki retaknya hubungan antarmanusia. Seringkali, ego dan kesalahpahaman kecil memutus tali persaudaraan yang telah lama terbangun.

Padahal, integritas seorang Muslim tidak hanya diukur dari sujudnya kepada Sang Pencipta, tetapi juga dari kemampuannya menebar kedamaian di bumi. Allah SWT berfirman,
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ ………
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih…” (Qs. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa ikatan iman lebih kuat dari ikatan darah. Perselisihan adalah hal manusiawi, namun membiarkannya berlarut adalah pengingkaran terhadap hakikat persaudaraan. Mendamaikan pihak yang bertikai adalah kewajiban kolektif untuk menjaga kesucian umat.

Dari Abu Ayub, Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا, وَيُعْرِضُ هَذَا, وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
Artinya:
“ Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan (tidak bertegur sapa) dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seseorang berpaling dan lainnya juga. Yang paling baik di antara keduanya adalah yang mulai mengucapkan salam.”(HR. Bukhari No. 6077 dan Muslim No. 2560)

Hadis ini menegaskan bahwa siapa yang memutuskan hubungan lebih dari tiga malam dan meninggal dalam keadaan tersebut, diancam masuk neraka. Serta ampunan Allah tertunda bagi mereka.

Mari jadikan semangat Syawal 1447H ini sebagai titik balik. Buanglah gengsi, mulailah menyapa, dan rajut kembali benang-benang persaudaraan yang sempat terputus. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling dahulu mengulurkan tangan untuk berdamai, demi meraih rida Ilahi dan ketenangan batin yang hakiki.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search