Spiritual Healthy Parenting #2, Membangun Generasi Saleh dengan Mindset Parenting Sehat Islami

Spiritual Healthy Parenting #2, Membangun Generasi Saleh dengan Mindset Parenting Sehat Islami
*) Oleh : Hanif Asyhar, M. Pd, C.H, C.Ht
Trainer Spiritual Healthy Parenting dan Konsultan Pendidikan
www.majelistabligh.id -

Mindset parenting sehat Islami bukan sekedar kumpulan aturan akan tetapi sebuah kerangka berpikir yang komprehensif, berakar pada prinsip-prinsip Al Qur’an dan As-Sunnah. Dalam Islam, orang tua memiliki peran yang amat berat yakni amanah terbesar karena tidak hanya memastikan kelangsungan hidup anak secara fisik tapi juga untuk membimbing mereka menuju kehidupan yang bermakna di dunia dan keselamatan di akhirat.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ( QS. At Tahrim :6 ).

Maka membangun generasi saleh itu membutuhkan upaya dan pendekatan yang seimbang antara kasih sayang, ketegasan, pendidikan akhlak mulia dan pemahaman tentang fitrah anak.

Fondasi dalam Mindset Parenting Sehat Islami

Fondasi yang pertama dalam mindset ini adalah “ niat yang lurus “ bagi orang tua. Jika niat kita mendidik anak murni sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia adanya anak, maka sudah barang tentu kita harus memiliki niat yang lurus serta menjadi sarana ibadah kepada-Nya.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ،

“Sesungguhnya amalan-amalan itu (tergantung) pada niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (akan mendapatkan balasan) berdasarkan apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu adalah kepada Allah dan Rasul-Nya….. ( HR. Bukhari Muslim ).

Kesadaran ini akan mengubah setiap interaksi dan komunikasi dengan anak mulai dari menyuapi, mengganti popok hingga menasehati menjadi amalan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Nah, niat yang tulus ini akan menumbuhkan kesabaran ekstra dalam menghadapi tantangan membesarkan anak karena kita tahu bahwa pahala mengasuh anak saleh tidak terputus.

Fondasi utama kedua ialah menanmkan tauhid sejak dini. Anak ibaratnya spons yang akan menyerap apa yang dilihat dan didengar. Mindset Islami menekankan pentingnya untuk memperkenalkan Allah SWT sebagai Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa, bukan sebagai sosok yang menakutkan.

Melalui kisah para Nabi dan Rasul, orang tua dapat mencontohkan akhlak mulia dan kecintaan kepada agama. Lingkungan rumah harus menjadi madrasah pertama yang mengajarkan nilai-nilai keimanan, seperti sholat, membaca Al Qu’an dan adab sehari-hari yang diteladani langsung oleh orang tua.

Hal yang penting juga bagi orang tua adalah untuk mengembangkan pola pikir pertumbuhan ( growth mindset ) pada anak. Dalam perspektif Islami, hal ini berarti mengajarkan bahwa setiap kegagalan adalah pelajaran dan setiap usaha itu dinilai sebagai ibadah. Mendorong anak untuk terus belajar, beradaptasi dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT dalam setiap urusan. Ajari anak-anak keterampilan hidup, kemandirian dan tanggung jawab sosial sehingga nantinya mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat.

Mindset parenting sehat Islami ini menekankan peran doa yang tiada henti, orang tua adalah pemohon terbaik bagi anak-anaknya. Doa yang tulus, seperti doanya Nabi Zakaria AS dan doa para hamba Allah SWT dalam Al Qur’an untuk keturunan mereka adalah senjata yang paling ampuh :

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. ( QS. Ali Imran : 38 )

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris. ( QS. Al Anbiya : 89 ).

Oleh karenanya menggabungkan usaha maksimal dalam mendidik dengan tawakkal dan doa merupakan kunci kesuksesan parenting Islami.

Dengan mengadopsi mindset parenting sehat islami ini, berarti berinvestasi untuk masa depan yang tidak hanya cemerlang di dunia, tetapi juga berkah di akhirat. Hal ini merupakan sebuah pejalanan panjang yang membutuhkan konsistensi, ilmu dan bimbingan Allah SWT melalui Al Qur’an dan Sunnah Rasul SAW.

Maka dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, in syaa Allah kita dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kokoh imannya serta mulia akhlaknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Search