Sudahkan Kita Tahu Syarat Mati?

Sudahkan Kita Tahu Syarat Mati?
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Kematian adalah pasti:
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Ali-Imron: 185

Allah berfirman dalam QS. Ali-Imron: 102
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

Perspektif Qur’an

* Ini bukan berarti “menjadi Muslim adalah syarat untuk mati” — karena mati tidak bersyarat, ia pasti datang kepada setiap jiwa.

* Tetapi ayat ini menegaskan syarat ideal kematian: wafat dalam keadaan Islam, yaitu berserah diri kepada Allah.

Pertanyaan selanjutnya. Syarat Muslim apa? Syarat muslim adalah iman, taqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Syarat Menjadi Muslim
1. Mengucapkan Syahadat
* Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh
* Inilah pintu masuk Islam: pengakuan bahwa hanya Allah yang disembah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.

2. Menjalankan Rukun Islam
* Shalat lima waktu
* Puasa Ramadhan
* Zakat
* Haji (bagi yang mampu)
Ini adalah tanda nyata seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari.

3. Beriman dengan Rukun Iman
* Iman kepada Allah
* Malaikat
* Kitab-kitab Allah
* Rasul-rasul
* Hari Akhir
* Qadha dan Qadar
Ini adalah fondasi keyakinan seorang Muslim.

4. Berakhlak sesuai tuntunan Islam
* Menjaga amanah, jujur, adil, berbuat baik kepada sesama.
* Akhlak adalah buah dari iman dan ibadah.

Makna dan Tafsir Singkat:

• Seruan iman: Ayat ini dimulai dengan panggilan “Ya ayyuhal ladzina amanu” (wahai orang-orang yang beriman), menunjukkan kedekatan dan kehormatan bagi mukmin.

* Takwa hakiki: Haqo tuqotihi berarti bertakwa dengan sebenar-benar takwa: menjalankan perintah, menjauhi larangan, ikhlas, dan konsisten.

• Pesan terakhir: Jangan sampai meninggal kecuali dalam keadaan Muslim. Artinya, menjaga keimanan hingga akhir hayat adalah tujuan utama hidup seorang mukmin.

Siapakah orang yang beriman itu?
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ
1. Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin.
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ
2. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ
3. orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

Siapakah orang yang taqwa itu?

Makna Haqqo Tuqotihi:

* Takwa yang sejati: Menjalankan seluruh perintah Allah dengan penuh kesungguhan, menjauhi larangan-Nya, dan menjaga hati tetap ikhlas.

• Kesadaran total: Bukan sekadar ritual, tetapi menjadikan takwa sebagai orientasi hidup.

• Konsistensi iman: Menjaga keimanan hingga akhir hayat, agar wafat dalam keadaan Muslim.

Maka, “syarat mati dalam keadaan Muslim” berarti menjaga syarat-syarat ini hingga akhir hayat, agar wafat dalam husnul khatimah.

Tinggalkan Balasan

Search