”Don’t let the weight of the world break your back, let prostration strengthen your shoulders”
”(Jangan biarkan beban dunia mematahkan punggungmu, biarkan sujud menguatkan pundakmu)”
Dunia adalah kefanaan yang berbalut kesibukan. Seringkali, kita merasa payah karena memikul beban yang sebenarnya sudah diatur oleh-Nya. Ketika Anda menyadari bahwa segalanya hanya sementara, maka setiap keluh akan berubah menjadi sujud, dan lelah akan menjelma ibadah. Kelelahan jiwa yang sesungguhnya bersumber dari keraguan pada ketetapan Allah.
Lepaskanlah bebanmu, sujudlah dengan tenang, sebab apa yang menjadi milikmu takkan melewatkanmu, dan apa yang melewatkanmu memang tak pernah ditakdirkan untukmu. Allah SWT berfirman,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ
Artinya:
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)” (Qs. Al-Hijr:98)
Menurut Tafsir Al-Wajiz, ayat ini adalah perintah kepada Nabi Muhammad SAW (dan umatnya) untuk mencari ketenangan melalui tasbih dan salat saat menghadapi sesak dada atau tekanan hidup. Sujud adalah obat penyembuh duka yang paling mujarab.
Jadi, kelelahan manusia sering kali bersifat psikologis yakni hilangnya rasa tawakal. Dengan mengembalikan segala urusan kepada Allah melalui ibadah, hati akan menemukan ketenangan karena ia tahu bahwa Sang Pemilik Semesta telah menjamin setiap urusannya.
Semoga bermanfaat.
