”Marriage is not just a union of two people, but a journey of two souls to strengthen each other in obedience to the Creator.”
“(Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan perjalanan dua jiwa untuk saling menguatkan dalam ketaatan kepada Sang Pencipta)”
Syawal bukan sekadar akhir Ramadan, melainkan gerbang suci untuk membangun rumah tangga. Menikah di bulan ini berarti menyatukan hati di atas landasan kesucian pasca-Ramadan, mengejar ketenangan jiwa (sakinah) sebagaimana firman-Nya:
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ ……..
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang...” (Qs. Ar-Rum: 21)
Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menegaskan bahwa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah) adalah anugerah Ilahi yang memperkokoh hidup. Memilih Syawal juga merupakan bentuk ittiba’ (mengikuti) sunah sekaligus mematahkan mitos bulan sial, sesuai hadis Aisyah RA:
تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ- فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ- كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟. قَالَ: وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءهَا فِي شَوَّالٍ
”Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka, istri-istri Rasulullah SAW manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah RA dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR. Muslim No. 1423).
Imam Nawawi menjelaskan bahwa anjuran ini bertujuan menghapus khurafat lama dengan tauhid yang lurus. Keindahan pernikahan di bulan Syawal pun harus dibarengi semangat muraqabah (merasa diawasi Allah).
Seorang suami sebagai pemimpin dan istri sebagai madrasatul ula harus menyadari bahwa setiap ketaatan berada dalam pantauan Ilahi. Dengan pilar muraqabah, keberkahan Syawal akan terus mengalir mengiringi langkah menuju Jannah.
Semoga bermanfaat.
