Syawal: Merajut Kembali Benang Silaturahmi

Syawal: Merajut Kembali Benang Silaturahmi
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Friendship is not just about visiting, but about sewing prayers into every encounter.”
“​(Silaturahmi bukan sekadar berkunjung, tetapi tentang menjahit doa dalam setiap perjumpaan).”

​Di Indonesia, Syawal bukan sekadar bulan kemenangan setelah berpuasa, melainkan momentum “pulang”. Tradisi mudik yang kini kembali semarak menjadi manifestasi nyata dari kerinduan untuk menyambung kembali tali kasih yang mungkin sempat merenggang akibat jarak, kesibukan, atau sekadar interaksi digital yang kering. Di tengah gempuran media sosial, perjumpaan fisik tetaplah memiliki ruh yang tak tergantikan.

​Allah SWT menegaskan pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan dalam firman-Nya,
​وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
​Artinya:
“…Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS An-Nisa: 1)

​Ayat ini memerintahkan kita untuk bertakwa sekaligus memuliakan Al-arham (hubungan rahim). Allah menempatkan perintah menjaga silaturahmi berdampingan dengan perintah bertakwa. Hal ini menunjukkan bahwa kesalehan seorang hamba tidaklah sempurna tanpa adanya hubungan sosial yang harmonis dengan sesama.

​Keutamaan Silaturahmi

​Rasulullah SAW bersabda mengenai keberkahan di balik senyuman dan jabat tangan persaudaraan:
​مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
​Artinya:
“Barang siapa senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari No. 5986 dan Muslim No. 6476)

​Hadis ini menekankan bahwa menyambung tali persaudaraan adalah kunci pembuka pintu rezeki yang luas dan keberkahan usia. Dalam konteks modern, silaturahmi juga membuka pintu peluang, kolaborasi, dan kesehatan mental yang lebih baik.

​Mari jadikan Syawal ini sebagai jembatan pengampunan yang tulus. Jangan biarkan Idulfitri berlalu hanya sebagai seremonial tahunan atau sekadar ajang pamer di media sosial. Ketuklah pintu rumah saudaramu dan bersihkan hati. Karena dalam setiap jabat tangan yang tulus, gugur pula dosa-dosa di antara sesama. Selamat merayakan indahnya persaudaraan!

​Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search