Tahajud, Jembatan Menuju Karir Gemilang

Tahajud, Jembatan Menuju Karir Gemilang
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Tahajjud is a spiritual bridge that leads a career to a glorious point”
​”(Tahajud adalah Jembatan spiritual yang mengantar karir menuju titik gemilang)”

​Inginkah Anda melihat karir diangkat ke tempat tertinggi, jalan hidup senantiasa terjaga, dilindungi, dan dibimbing langsung oleh Allah? Jika menghadapi masalah, Anda akan dituntun menuju solusi, dan dari segala gangguan, Anda akan dibela langsung oleh-Nya.

​Amalan istimewa ini, adalah salat malam yang dikenal sebagai tahajud. Ia ditunaikan di sepertiga malam terakhir, saat keheningan menyelimuti.
​Allah berfirman,
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya:
Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (Maqamam Mahmuda).”(Qs. Al-Isra: 79)

Ayat ini menjanjikan derajat tinggi, yaitu Maqamam Mahmuda, kedudukan terpuji yang salah satu penafsirannya adalah kedudukan memberi syafaat agung di hari kiamat. Ini menunjukkan ketinggian posisi dan kemuliaan bagi yang konsisten Tahajud.

Dalam hadis, Dari Abu Umamah Al-Bahily berkata, Rasulullah Saw bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ
Artinya:
Hendaklah kalian bangun malam, sebab dia adalah kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kalian, dia mendekatkan kalian kepada Tuhan kalian, menghapuskan keburukan dan mencegah perbuatan dosa.” (HR. At-Tirmidzi: 5/553 No: 3549)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa salat malam (Qiyamul Lail) adalah kebiasaan para nabi dan orang-orang saleh sebelum kita. Qiyamul lail dijadikan sebagai bentuk pendekatan hamba kepada Tuhannya dan sebagai pencegah dari perbuatan dosa.

Perlu kiranya untuk diperhatikan bahwa setiap kesalahan yang diperbuat tidak serta merta bisa terhapuskan dengan melaksanakan qiyamul lail. Kesalahan di sini bisa dibilang terhapus ketika berhubungan dengan tuhan, tapi tidak dengan sesama manusia. Artinya, kesalahan yang diperbuat saat ada kaitannya dengan hak seseorang, maka bisa terhapuskan ketika sudah meminta maaf kepada orang yang dibuat salah.

​Jadi, bagi siapa pun yang konsisten mengerjakan Qiyamul Lail ini semata-mata karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya dan menempatkannya di posisi terbaik, baik dalam aktivitas dunia (karir dan perlindungan) maupun di akhirat kelak.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search