*)Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
“O Allah, make the last sentence spoken from me is La Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah”
” (Ya Allah,jadikanlah kalimat terakhir yang terucap dariku adalah La Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah)”
Mari kita sama-sama merenungkan tentang kematian. Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Saat menghadapi sakaratul maut, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu persiapan yang penting adalah talqin, yaitu membimbing orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat tauhid.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri berkata bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda,
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
Artinya :
“Ingatkanlah (talqinkanlah) pada orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dengan kalimat laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).”(HR. Muslim No. 916)
Dalam hadits tersebut terdapat lafal “mautakum”, artinya orang yang akan meninggal, sehingga makna Hadits ini hanya berlaku kepada orang yang sebelum meninggal (sakaratulmaut) bukan setelah meninggal sebagaimana dipahami dan dilakukan oleh sebagian masyarakat.
Talqin berasal dari kata “laqqana-yulaqqinu” yang secara bahasa berarti pengajaran, sedangkan menurut istilah bermakna ajaran atau mengajarkan seseorang yang sedang dalam perjalanan menuju maut atau kematian. Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
Artinya :
“Siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat laa ilaha illallah, maka ia akan masuk surga.”(HR.Abu Daud No.3116)
Hadits di atas menjelaskan bahwa kita diperintahkan mentalqin. Para ulama berkata, jika sudah ditalqin lalu ia mengucapkan laa ilaha illallah sekali, maka jangan diulang lagi kecuali kalau yang akan meninggal dunia tersebut mengucapkan kata-kata lain. Kalau ia mengucapkan kalimat lain, maka talqin laa ilaha illallah tersebut diulang supaya menjadi akhir perkataannya.
Dengan syahadat yang menjadi penutup amalnya tersebut, maka ia bersih dari dosa dan husnul khatimah. Oleh karena itu, marilah kita persiapkan bekal ini untuk menghadapi kematian kita. Tidak ada bekal yang lebih baik daripada bekal kalimat tauhid ‘laa ilaha illallah’. Dengan penuh ikhlas, selalu memohon pertolongan dan hidayah-Nya.
Semoga bermanfaat.
Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News
