Tarhib Ramadan1447 H. Mengubah Kerinduan Menjadi Kesungguhan Ibadah

Tarhib Ramadan1447 H. Mengubah Kerinduan Menjadi Kesungguhan Ibadah
*) Oleh : M. Mahmud, M.Pdi
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Ramadan selalu dinanti sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan. Kerinduan ini bukan sekadar nostalgia, tetapi energi spiritual yang menuntun kita untuk bersiap. Rindu bertemu Ramadan harus diwujudkan dalam kesungguhan ibadah: salat, tilawah, dzikir, dan sedekah. Kerinduan tanpa amal hanya menjadi perasaan, sedangkan kerinduan yang diiringi kesungguhan menjelma menjadi cahaya hidup.

Allah menjanjikan ampunan dan keberkahan bagi hamba yang bersungguh-sungguh. Mari jadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum memperbaiki hati, memperkuat keluarga, dan menebar manfaat bagi sesama.

Kerinduan saja tidak cukup. Ramadan bukan sekadar ditunggu, tetapi harus disambut dengan kesungguhan ibadah. Kerinduan itu harus kita ubah menjadi amal nyata: memperbanyak tilawah, menegakkan salat malam, menahan lisan dari keburukan, serta memperluas sedekah.

Ramadan adalah kesempatan emas. Allah menjanjikan ampunan bagi hamba yang bersungguh-sungguh. Maka mari kita jadikan Ramadan1447 H sebagai momentum memperbaiki hati, memperkuat keluarga, dan menebar manfaat bagi sesama.

Semoga kerinduan kita bertemu Ramadan berbuah kesungguhan ibadah, dan kesungguhan itu berbuah ridha Allah.

Mengubah Kerinduan Menjadi Kesungguhan Ibadah, ayat-ayat Al-Qur’an yang paling relevan adalah yang menjelaskan tentang kewajiban puasa, tujuan ibadah, dan keutamaan bulan Ramadan. Berikut beberapa ayat utama:

Ayat Al-Qur’an tentang Ramadan & Puasa

1. QS. Al-Baqarah: 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ramadanharus diwujudkan dalam kesungguhan ibadah agar menghasilkan ketakwaan.

  1. QS. Al-Baqarah: 184
    اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
    Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,51) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
    51) Siapa yang memberi makan kepada lebih dari seorang miskin untuk sehari, itu lebih baik.

Ayat ini menunjukkan keringanan, sekaligus mengajarkan bahwa kesungguhan ibadah harus disertai dengan keikhlasan menerima aturan Allah.

  1. QS. Al-Baqarah: 185
    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
    Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Ayat ini menegaskan keistimewaan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Kerinduan kita pada Ramadan harus berbuah kesungguhan dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

  1. QS. Al-Baqarah: 187
    اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
    Artinya: Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

Ayat ini menekankan disiplin dalam ibadah puasa, sebagai wujud nyata kesungguhan.

Refleksi
* Kerinduan: Hati yang rindu Ramadan adalah tanda iman.
* Kesungguhan: Ayat-ayat di atas menuntun kita agar rindu itu tidak berhenti sebagai perasaan, tetapi diwujudkan dalam amal nyata: puasa, tilawah, doa, dan sedekah.
* Tujuan: Semua bermuara pada takwa, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 183. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search