Tim Strategy Policy Unit (SPU) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kemendes PDT, M. Arif An, bersama Novan Kartiko Ardianto dari Direktorat PKEI Kemendes, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Senin (28/9/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memonitor pelaksanaan kegiatan Literasi Keuangan Desa serta pengisian kuesioner Reformulasi Indeks Desa, khususnya pada lokasi fokus (lokus) Program TEKAD di Kabupaten Halmahera Barat.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan DPMD Provinsi Maluku Utara, Anwar Lifan, menyambut baik keberlanjutan program tersebut. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga agar dampak positif Program TEKAD tetap berkesinambungan melalui skema mandiri.
“Kami menyambut baik dan berkomitmen agar program yang luar biasa ini tidak berhenti. Kami mengupayakan keberlanjutannya secara nyata melalui skema ‘TEKAD Lokal’. Cukup penetapan lokasi desa penerima melalui SK Bupati tanpa perlu SK Gubernur, sehingga apa yang telah berjalan bisa langsung dilanjutkan,” ujar Anwar Lifan.
Sebagai langkah nyata keberlanjutan program seperti Demplot dan RITD (Rencana Investasi Terpadu Desa), DPMD Provinsi Maluku Utara mendorong para Bupati di lokasi terkait untuk mengalokasikan anggaran pendamping. Sumber pendanaan yang diusulkan antara lain berasal dari 20% alokasi ketahanan pangan desa, pengalokasian dana sekitar Rp100 juta untuk Koperasi Desa (Kopdes), serta dukungan dana CSR perusahaan.
Terkait Reformulasi Indeks Desa, Anwar memberikan masukan agar keterlibatan tingkat provinsi tetap diperkuat. “Kami mendukung reformulasi ini, namun sebaiknya ada kontrol dan koordinasi dari pihak provinsi terhadap Person in Charge (PIC) maupun Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Jika kendalanya ada pada anggaran operasional, hal itu bisa kita bahas bersama,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Menteri Desa sekaligus Tim SPU TEKAD, M. Arif An, memberikan apresiasi atas masukan berharga dari DPMD Maluku Utara. Menurutnya, usulan ini sangat penting sebagai bahan perumusan kebijakan ke depan agar Program TEKAD terus berkesinambungan.
Usai pertemuan di Sofifi, Tim SPU dan Direktorat PKEI Kemendes melanjutkan perjalanan dinas menuju Kabupaten Halmahera Barat. (*/tim)
